
SupersemarNews, JAKARTA — Wali Kota Jakarta Barat . Iin Mutmainnah meninjau penerapan lubang resapan biopori (LRB) di RW 04, Kedoya Utara, Kecamatan Kebon Jeruk, Jumat (17/4)
.Iin Mutmainnah menjelaskan, pembuatan LRB di lingkungan tersebut bertujuan untuk mengurangi volume sampah organik sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pemilahan sampah.“Program ini memang belum mengurangi sampah secara total, tetapi sudah memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya memilah sampah sejak dari rumah,” ujar Iin
.Ia menambahkan, saat musim hujan, sampah organik yang dimasukkan ke dalam LRB akan mengalami proses pembusukan yang dapat menyuburkan tanah serta meningkatkan daya serap air.Selain program LRB, warga RW 04 juga mengembangkan pengolahan sampah organik menjadi pupuk cair sebagai bagian dari upaya pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.
Ketua RW 04 Kedoya Utara, Sofwan Lutfi, mengatakan konsep green and clean sebenarnya telah lama diterapkan di wilayahnya. Namun, program tersebut kini kembali digalakkan dengan target pengurangan minimal 60 persen volume sampah, baik organik maupun nonorganik.
Menurut Sofwan, dari sekitar 20 persen sampah organik yang dihasilkan, sebagian diolah menggunakan teknologi LRB untuk menekan volume sampah sekaligus meningkatkan resapan air tanah.“Sejauh ini sudah dibuat 108 lubang biopori yang tersebar di empat RT, yakni RT 05, 06, 07, dan 08. Ke depan akan diperluas ke RT lainnya,” kata dia.
Selain LRB, pihaknya juga menjalankan program Teruga (komposter rumah tangga) untuk mengolah sampah menjadi pupuk padat dan cair.
Usai peninjauan, Iin Mutmainnah bersama Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat Ahmad Hariadi menggelar pertemuan dengan kader PKK dan pengurus RW 04 di aula sekretariat setempat.
Pertemuan tersebut membahas sosialisasi pengelolaan sampah organik, nonorganik, dan residu sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran lingkungan masyarakat.
