SupersemarNews, JAKARTA — Pemerintah Kota Jakarta Barat menggelar operasi pengendalian populasi ikan sapu-sapu di Kali Taman Semanan Indah (TSI), Kecamatan Cengkareng, Jumat (17/4). Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga keseimbangan ekosistem sungai sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan perairan.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program serentak di wilayah DKI Jakarta untuk menekan populasi spesies invasif yang dinilai dapat mengganggu ekosistem. Selain itu, program ini juga diarahkan untuk mendukung restorasi ekosistem, revitalisasi kualitas air, serta optimalisasi sistem drainase guna pengendalian banjir.

Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, mengatakan kegiatan diawali dengan apel bersama yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP), Sumber Daya Air (SDA), Lingkungan Hidup, hingga unsur TNI-Polri dan masyarakat.“Ini merupakan tahap awal atau kick-off yang saat ini difokuskan di satu titik. Ke depan akan dilakukan secara terpadu dan terjadwal di sejumlah aliran kali lainnya,” ujar Iin.

Pada hari pertama pelaksanaan, petugas berhasil mengangkat sekitar 75 kilogram ikan sapu-sapu dari aliran Kali TSI. Jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah seiring penyisiran yang dilakukan hingga siang hari.

Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, Pemkot Jakarta Barat memberikan insentif sebesar Rp25.000 per kilogram bagi kelompok yang berhasil menangkap ikan.

Selain itu, peserta juga dijanjikan kegiatan rekreasi bersama sebagai bentuk apresiasi.Seluruh hasil tangkapan dipastikan tidak akan dikonsumsi maupun diperjualbelikan.

Ikan sapu-sapu tersebut akan dikubur di kawasan Sentra Flora Semanan sesuai prosedur yang berlaku.Langkah ini sejalan dengan kebijakan “zero tolerance” terhadap konsumsi ikan sapu-sapu, mengingat spesies tersebut berpotensi mengandung polutan dan logam berat yang berbahaya bagi kesehatan manusia.