
SupersemarNews, JAKARTA, – Kabar duka menyelimuti dunia pers Indonesia. Sosok yang dikenal murah senyum, hangat, rendah hati, dan tak banyak bicara, Zulmansyah Sekedang, telah berpulang untuk selamanya. “Innalillahi wa innailaihi rojiun,” kepergian beliau meninggalkan luka mendalam bagi rekan sejawat, sahabat, dan seluruh insan pers Indonesia.
Lahir di Aceh Tenggara pada 2 Juli 1972, perjalanan hidupnya ditempa melalui proses panjang terutama di Pekanbaru, Riau, hingga menjadikannya sosok wartawan yang tangguh dan organisator yang penuh dedikasi. Selama dua periode, ia mengabdikan diri sebagai Ketua PWI di tingkat provinsi, menorehkan jejak pengabdian yang tak terlupakan
.Zulmansyah Sekedang, yang menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, menghembuskan napas terakhir pada, Sabtu (18/04/2026) pukul 00.05 WIB di Rumah Sakit Budi Kemuliaan, Jakarta Pusat, akibat serangan jantung. Kepergiannya begitu tiba-tiba tanpa kata perpisahan, tanpa tanda bahwa ini akan menjadi akhir dari perjalanan panjangnya.
Bagi banyak orang, Bang Zul bukan sekadar wartawan senior. Ia adalah sosok yang hadir dengan ketulusan. Senyumnya sederhana, namun penuh makna. Ia tidak banyak bicara, tetapi setiap langkah dan sikapnya selalu berbicara tentang integritas, kepedulian, dan keteguhan hati.
Di balik kesederhanaannya, tersimpan jiwa besar yang selalu memberi. Ia dikenal sebagai pribadi pemurah senyum dan sedikit berbicara, loyal membagi waktu untuk organisasi, perhatian, dan dukungan kepada rekan-rekan yang membutuhkan.
Tanpa sorotan, tanpa ingin dipuji, Bang Zul selalu ada, membantu dalam diam dan tersenyum.Kepergiannya meninggalkan ruang kosong yang tak mudah tergantikan. Bukan hanya karena jabatan atau perannya di organisasi, tetapi karena ketulusan yang jarang ditemukan.
Banyak yang merasa kehilangan sosok yang selama ini menjadi tempat bertanya, tempat belajar, bahkan sekadar tempat berbagi cerita di sela kesibukan dunia jurnalistik
.Keluarga besar Kelompok Kerja Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Wali Kota Jakarta Barat turut menyampaikan duka cita mendalam atas berpulangnya almarhum.
Doa-doa pun mengalir, mengiringi kepergian Bang Zul menuju tempat peristirahatan terakhirnya.“Kepergianmu tanpa pesan terakhir, Bang… namun kebaikanmu akan terus hidup di hati kami. Engkau mungkin telah tiada, tetapi jejak langkahmu saat memperjuangkan Integritas PWI saat itu akan selalu kami kenang, menjadi pelita dalam perjalanan kami ke depan,” ujar salah satu anggota PWI Jakbar
.Hari ini, dunia pers kehilangan satu lagi sosok yang tidak hanya bekerja dengan pena, tetapi juga dengan hati. Sosok yang memilih diam, namun memberi dampak besar.
Sosok yang sederhana, tetapi begitu berarti.Selamat jalan, Bang Zulmansyah Sekedang. Semoga Allah SWT menerima segala amal ibadahmu, mengampuni segala khilafmu, dan menempatkanmu di tempat terbaik di sisi-Nya.
Namamu akan tetap hidup dalam cerita, dalam kenangan, dan dalam setiap langkah perjuangan yang pernah engkau titipkan.*
