JAKARTA, Supersemar News – Kesuksesan dan bergelimang harta menjadi impian hampir semua orang. Forbes mencatat 10 konglomerat terkaya Indonesia yang lahir dari kerajaan bisnis di berbagai sektor mulai dari perbankan, energi, hingga teknologi.
‎Berdasarkan data terbaru Forbes, kekayaan para taipan Tanah Air masih menunjukkan dominasi bisnis terdiversifikasi yang menopang nilai aset mereka.

‎Duo bersaudara R. Budi Hartono dan Michael Hartono masih tetap bertahan diposisi teratas dengan total kekayaan mencapai US$43,8 miliar. Keduanya dikenal sebagai pemilik Grup Djarum dan pemegang saham utama di PT Bank Central Asia Tbk (BCA).

‎Kemudian disusul oleh konglomerat Prajogo Pangestu dengan kekayaan sebesar US$39,8 miliar. Ia merupakan pendiri Barito Group yang memiliki bisnis utama di sektor petrokimia melalui PT Chandra Asri Pacific Tbk serta energi dan sumber daya alam.

‎Lalu pada peringkat ketiga ada Widjaja family dengan kekayaan US$28,3 miliar. Keluarga ini merupakan pemilik Sinar Mas Group yang bergerak di berbagai sektor, termasuk pulp & paper (Asia Pulp & Paper), agribisnis (Golden Agri-Resources), hingga jasa keuangan.

‎Sementara orang kaya RI pada posisi keempat ada konglomerat Low Tuck Kwong dengan kekayaan US$24,9 miliar. Diketahui, Ia merupakan pemilik Bayan Resources yang merupakan perusahaan batu bara dan menjadi salah satu pemain utama di industri energi Indonesia.

‎Pada posisi kelima, ada Anthoni Salim yang mencatatkan kekayaan sebesar US$13,6 miliar. Salim Group memiliki portofolio luas, termasuk salah satu perusahaan makanan terbesar di Indonesia, PT Indofood Sukses Makmur Tbk.

‎Selanjutnya di posisi keenam ada Otto Toto Sugiri dengan kekayaan sebesar US$11,3 miliar. Otto dikenal sebagai pionir data center di Indonesia melalui PT DCI Indonesia Tbk.

‎Sementara keluarga Tahir yang memiliki kekayaan US$9,8 miliar ada diposisi ketujuh. Ia adalah pendiri Mayapada Group yang bergerak di sektor perbankan, rumah sakit, properti, dan media.

‎Kemudian, yang lainnya, seperti Marina Budiman dengan kekayaan sebesar US$8,2 miliar, pemilik Avia Avian Group yaitu Wijono & Hermanto Tanoko beserta keluarga dengan kekayaan sebesar US$8,1 miliar dan Sri Prakash Lohia memiliki harta kekayaan senilai US$ 8 miliar.

(Dasen CM)