
SAMPIT, Supersemar News — Sebanyak 12 orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIB Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), dipindahkan ke dua unit pelaksana teknis pemasyarakatan pada dini hari Selasa 22 April 2026.
Pemindahan ini dilakukan sebagai bagian dari langkah pembinaan lanjutan dan pemerataan hunian. Dari total tersebut, 6 orang WBP dipindahkan ke Lapas Narkotika Kasongan, sementara 6 orang lainnya dipindahkan ke Lapas Kelas IIA Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng).
Sebelum proses pemindahan dilaksanakan, seluruh WBP yang bersangkutan terlebih dahulu mendapatkan arahan dari Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP), Hadiyanto Prabowo.
Dalam arahannya, Hadiyanto menekankan pentingnya menjaga ketertiban, mematuhi aturan di tempat baru, serta menjadikan momen ini sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri. Arahan tersebut disampaikan guna memastikan seluruh WBP memahami tujuan pemindahan dan tetap bersikap kooperatif selama proses berlangsung.
Baca juga berita lainnya
- Polres Lamandau Berhasil Gagalkan Peredaran Narkoba, BB Diduga 191,42 gram Sabu dan 341 Pil Ekstasi Dimusnahkan
- Menjaga Stabilitas Keamanan, 12 Warga Binaan Lapas Sampit Dipindahkan ke Kasongan dan Palangka Raya
- Kedepankan Ketertiban, Kunjungan Keluarga Dari Warga Binaan Dilayani Humanis Lapas Sampit
- Ratusan Anggota Koperasi Geruduk PN Sampit, Kawal Sidang Sengketa Kepengurusan
- Polri Tegaskan Komitmen Perdamaian Dunia, Wakapolri Terima Delegasi PBB
Pelaksanaan pemindahan dilakukan dengan pengawalan ketat dari petugas, termasuk dukungan langsung dari aparat kepolisian. Pengawalan ini bertujuan untuk menjamin keamanan dan kelancaran selama perjalanan menuju lokasi tujuan.
Proses pemindahan berjalan tertib dan lancar tanpa kendala berarti, dengan seluruh WBP tiba di lapas tujuan dalam kondisi aman.

Kepala Lapas Kelas IIB Sampit, Muhammad Yani, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pembinaan dan pengamanan yang terus dioptimalkan.
“Pemindahan ini kami lakukan untuk mendukung efektivitas pembinaan serta menjaga stabilitas keamanan di dalam lapas. Kami berharap para WBP dapat mengikuti program pembinaan di tempat yang baru dengan lebih baik,” ungkap Muhammad Yani.
(Fauji)
