Supersemar News – Setiap tanggal 21 April, masyarakat Indonesia memperingati Hari Kartini sebagai momen mengenang perjuangan emansipasi perempuan.

‎Tepatnya hari ini, Selasa 21 April 2026.

‎Di balik sosok Raden Ajeng (RA) Kartini yang begitu dikenal, terdapat kisah tentang putra semata wayangnya, Raden Mas (RM) Soesalit Djojoadhiningrat, yang jarang tersorot.

‎Sosok ini menjadi bagian penting dari jejak sejarah keluarga Kartini setelah wafatnya sang pahlawan.

‎RM Soesalit lahir di tengah masa perjuangan dan perubahan sosial yang diperjuangkan ibunya.

‎Meski tidak sepopuler Kartini, kehidupannya mencerminkan warisan nilai-nilai yang ditanamkan sejak awal.

‎Pada peringatan Hari Kartini 2026 ini, menarik untuk menelusuri lebih jauh profil dan perjalanan hidup RM Soesalit Djojoadhiningrat.

‎Profil RM Soesalit Djojoadhiningrat
‎RM Soesalit Djojoadhiningrat, putra tunggal RA Kartini ini lahir pada 13 September 1904, di Rembang, Jawa Tengah.

‎Sang ayah adalah Bupati Rembang KRM Adipati Ario Singgih Djojoadhiningrat, mengutip, bimakota.sch.id.

‎Namun beberapa hari setelah Soesalit dilahirkan, sang ibunda meninggal dunia.

‎Nama Soesalit diberikan dengan makna tersendiri.

‎Dalam bahasa Jawa, konon Soesalit diartikan sebagai ”Susah Nalika Alit” atau ”Susah Sejak Kecil”.

‎Hal ini mengacu pada kematian Kartini setelah empat hari melahirkanya.

‎Soesalit merupakan saudara seayah dengan Abdulmadjid Djojoadhiningrat, tokoh Perhimpunan Indonesia dan Partai Sosialis Indonesia yang pernah menjabat Menteri Muda Urusan Sosial pada Kabinet Sjahrir III.

‎Kehidupan Soesalit pun terus berjalan, singkat cerita setelah lulus dari Opleiding School Voor Inlandsche Ambtenaren (sekolah ketrampilan tingkat menengah yang mempelajari soal-soal administrasi pemerintahan), Soesalit terjun ke dunia militer.

‎Nama dengan pangkat yakni Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Purn Soesalit Djojoadhiningrat.

‎Soesalit bergabung menjadi tentara dengan masuk PETA (Pembela Tanah Air) pada masa pendudukan Jepang.

‎Pada dinas militer Soesalit antara lain pernah menjabat sebagai:

‎Komandan Brigade V Divisi II Cirebon (sampai dengan Oktober 1946).

‎Panglima Divisi III Diponegoro (Yogyakarta — Magelang) (Oktober 1946—1948).

‎Panglima Komando Pertempuran Daerah Kedu dan sekitarnya (1948).

‎Perwira diperbantukan pada Staf Angkatan Darat/Kementerian Pertahanan.

‎Soesalit meninggal dunia pada 1962 dan dimakamkan di kompleks makam RA Kartini dan keluarganya di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang.

(Dasen CM)