
Budi Dalton, Dekan Fakultas Ilmu Seni dan Sastra Universitas Pasundan, tampil khas dengan busana Sunda saat membahas kiprahnya sebagai seniman multitalenta dari Bandung.
SUPERSEMAR NEWS – Bandung – Budi Dalton, atau nama aslinya Budi Setiawan Garda Pandawa, merupakan tokoh seni dan akademik asal Bandung, Jawa Barat. Lahir pada 16 Oktober 1972, Budi telah aktif di dunia hiburan sejak 1990 sebagai aktor, musisi, politikus, hingga dosen.
Karier di Dunia Seni
Budi memulai debut filmnya dalam Jawara Sok Kota (1990), lalu tampil di berbagai film populer seperti Cinta 2 Hati, Cek Toko Sebelah, dan Insya Allah Sah. Ia juga berperan dalam serial TV Tarix Jabrix The Series. Gaya aktingnya dikenal kuat dalam peran komedi dan karakter ‘bapak-bapak’ yang unik.
Selain itu, Budi dikenal sebagai vokalis band blues Bus Blus. Ia konsisten mengusung genre blues, funk, dan soul. Gaya bermusiknya merepresentasikan semangat kebebasan dan perlawanan ala rakyat kecil.
Kiprah Politik dan Akademik
Pada Pilkada Kota Bandung 2013, Budi sempat mencalonkan diri sebagai Wali Kota. Awalnya ia direncanakan berpasangan dengan Mira Rosana Gragey, namun akhirnya menggandeng Rizal Firdaus.
Tak hanya di dunia hiburan dan politik, Budi juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Ilmu Seni dan Sastra Universitas Pasundan. Perannya sebagai dosen menunjukkan kepeduliannya terhadap pendidikan dan regenerasi seniman muda.
Keluarga dan Kehidupan Pribadi
Sejak 2002, Budi menikah dengan Eva Maylora Schrader dan dikaruniai enam anak. Di tengah kesibukannya, ia tetap menjaga keharmonisan keluarga.
Terus Berkarya
Film terbarunya Insya Allah Berkah dan Djoerig Salawe dijadwalkan tayang pada 2025. Budi Dalton membuktikan bahwa usia bukan halangan untuk terus produktif dan berkarya.
SupersemarNewsTeam
Sumber : Wikipedia.org
SanggaBuana
