
Pertarungan wayang kulit di layar pakeliran Kraton Surakarta dalam lakon Tutup Suro mencerminkan kekuatan seni pewayangan ala Dalang Salto Gunarto Gunotalijendro.
SUPERSEMAR NEWS – Kraton Surakarta Hadiningrat kembali menyuguhkan pagelaran wayang kulit dalam rangka Tutup Suro Dal 1959. Tokoh utama dalam acara ini adalah K.R.A.T.Ki.H. Gunarto Gunotalijendro, S.H., M.M., dikenal sebagai “Sang Dalang Salto”.
Dalang milenial ini dikenal luwes, atraktif, dan modern. Ia kerap memukau penonton lewat gaya salto panggung, serta memainkan dialog dalam tiga bahasa: Inggris, Indonesia, dan Jawa. Gaya unik ini membuat pertunjukannya diminati generasi muda.

K.R.A.T.Ki.H. Gunarto Gunotalijendro, S.H., M.M., Dalang Salto peraih berbagai penghargaan dunia, tampil membanggakan budaya wayang Indonesia di panggung Kraton Surakarta Hadiningrat.
Dalang Internasional dengan Prestasi Dunia
Gunarto baru saja meraih sertifikat Murthi Buana dan gelar Datuk DirajaWali Manggala SASTRA Diraja atas kontribusinya di bidang pedalangan. Ia juga menerima penghargaan dari Vatikan dan Konsulat Jenderal San Francisco, USA.
Dalam setiap lakon, ia menyisipkan lagu-lagu populer agar pakeliran wayang terasa segar dan relevan. Hal ini bertujuan menjaga eksistensi budaya nusantara di tengah modernisasi.

Antusiasme ribuan penonton memadati pagelaran Tutup Suro di Kraton Surakarta, menikmati sajian wayang kulit oleh Dalang Salto K.R.A.T.Ki.H. Gunarto Gunotalijendro serta hiburan musik yang memeriahkan suasana.
Pesan Moral dan Tayangan Streaming
Lakon kali ini membawa pesan spiritual: pengendalian diri dan pencarian jati diri. Penonton yang hadir di Kraton membludak. Bagi yang tidak bisa hadir langsung, dapat menyaksikan lewat YouTube Andika Multimedia New dan Gatot Jatayu New.
Dalang Gunarto menegaskan, “Wayang adalah jagadku. Hidup Wayang Indonesia.”
Reporter: R/Rifay Marzuki
SanggaBuana
