Dedi Mulyadi Sindir PTPN: Lebih Cocok Jadi Kontraktor Tanah

- Jurnalis

Senin, 10 Maret 2025 - 16:31 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Kalau banyak lahan perkebunan malah jadi bangunan, jangan disebut PT Perkebunan, lebih cocok jadi PT Kontraktor Tanah!” – Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat.

SUPERSEMAR NEWS BOGOR – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyoroti maraknya alih fungsi lahan di kawasan hutan dan perkebunan. Ia menilai PT Perkebunan Nusantara (PTPN) telah menyimpang dari fungsinya.

“Kita ubah daerah perkebunan yang sudah tidak mampu berkebun, tetapi jangan dijadikan areal lain di luar peruntukan perkebunan atau perhutanan,” tegas Dedi Mulyadi di hadapan para kepala daerah se-Jawa Barat.

Baca Juga :  Marinir Indonesia Bekali Prajurit Australia Teknik Bertahan Hidup di Hutan

Menurutnya, banyak lahan perkebunan PTPN kini justru dipenuhi bangunan. “Kalau begitu, jangan disebut PT Perkebunan. Lebih cocok jadi PT Kontraktor Tanah. Harus diubah, semua areal PTPN hanya untuk perkebunan atau perhutanan,” ujarnya.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Panggil Menkeu Suahasil Nazara ke Istana

Dedi menekankan pentingnya kedekatan dengan alam dalam membangun daerah. “Kita ini manusia Indonesia yang harus bersenyawa dengan tanah, air, udara, dan panas matahari. Kalau terganggu, manusia sejati pasti gelisah,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa kerusakan lingkungan akan berujung pada ketidaktenangan hidup. “Orang yang merusak tanah, air, udara, dan matahari meskipun kaya, hidupnya akan gelisah selamanya,” pungkas Dedi Mulyadi.

SupersemarNewsTeam
SanggaBuana

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TNI–ADF Gelar NEO TTX, Simulasikan Evakuasi Warga akibat Erupsi Gunung Raung
Kapolda Metro Jaya Pimpin Rapat Konsolidasi, Perkuat Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Jakarta
Kapolda Metro Jaya Pimpin Apel Green Policing, Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat
Kodam XXIX/Mambruk Resmi Berdiri di Nabire, Perkuat Pertanahan dan Pengabdian TNI AD di Papua Tengah
Kecelakaan di Simpang Pelita-Suprapto Sampit, Yamaha Lexi Rusak Parah Usai Terseret Truk CPO
Prajurit Korps Marinir Gempur Pantai Banongan dalam Operasi Amfibi Keris Woomera 2026
Marinir Indonesia Bekali Prajurit Australia Teknik Bertahan Hidup di Hutan
Dampak Ekonomi MotoGP Mandalika 2026 Capai Rp 5,2 Triliun, Naik 4,8 Persen
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:52 WIB

TNI–ADF Gelar NEO TTX, Simulasikan Evakuasi Warga akibat Erupsi Gunung Raung

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Kapolda Metro Jaya Pimpin Rapat Konsolidasi, Perkuat Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Jakarta

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Kapolda Metro Jaya Pimpin Apel Green Policing, Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:46 WIB

Kodam XXIX/Mambruk Resmi Berdiri di Nabire, Perkuat Pertanahan dan Pengabdian TNI AD di Papua Tengah

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:45 WIB

Kecelakaan di Simpang Pelita-Suprapto Sampit, Yamaha Lexi Rusak Parah Usai Terseret Truk CPO

Berita Terbaru