
Diakhir perbincangan penuh dengan keakraban dan kehangatan dilanjutkan dengan foto bersama dari pengurus Umum TABAS dan Sultan Banjar (ditengah).
BANJAR, Supersemar News — Pengurus Pusat TABAS yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum Johan Amin pertemuan bersama Sultan Banjar untuk laporkan kesiapan kegiatan Festival kepada Sultan Banjar, Senin (13/4/2026).
Pertemuan ini selain silaturahmi rutin kepada Sultan Banjar, juga melaporkan beberapa agenda yang akan dihadiri oleh anggota TABAS.
Johan Amin dalam kata pengantar kepada Sultan Khairul Saleh, mewakili Ketua Umum Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) menyampaikan undangan Halal bihalal PPSI Pusat yang akan diselenggarakan pada Sabtu 18 April 2026, di Karawang Jawa Barat.
Selain agenda PPSI, Johan Amin juga melaporkan kesiapan penyelenggaraan Festival Kuntau se-Kalimantan Selatan dan Festival Bahantup Kuntau se-Kalimantan. Event tersebut direncanakan pada Kamis 23 Juli 2026.
Pada kesempatan ini, panitia penyelenggara memohon kepada Sultan Banjar untuk membuka kegiatan tersebut.
Baca juga berita lainnya
- Kapolda Metro Jaya Tinjau Lokasi Kebakaran Aspol Kalideres, Salurkan Bantuan bagi Anggota Terdampak
- Pemkot Jakbar Gelar Operasi Penangkapan Ikan Sapu-sapu di Kali Semanan, Jaga Ekosistem Sungai
- Wali Kota Jakbar Tinjau Program Biopori di Kedoya Utara, Dorong Pengurangan Sampah Organik
- Ketua Komisi III DPR Apresiasi Polda Lampung Tangkap Pelaku Kekerasan Seksual Anak
- Dunia Pers Berduka: Zulmansyah Sekedang Berpulang, Integritasnya Abadi
Johan Amin juga menyampaikan niat dan permohonan PPSI kepada Sultan Khairul Saleh agar berkenan menjadi Pembina Behantup Kuntau Nasional.
PPSI (Persatuan Pencak Silat Indonesia) berbeda dengan IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) yang berfokus pada prestasi olahraga, sedangkan PPSI dalam perannya lebih mengedepankan pelestarian aspek seni, budaya, serta hubungan antar perguruan silat tradisional.
Sultan Banjar Sultan Khairul Saleh menyambut baik undangan PPSI dan kegiatan Festival Kuntau se-Kalimantan tersebut. Sultan Khairul Saleh berpesan agar pelestarian Kuntau sebagai warisan ilmu silat tradisional selalu dijaga dan dikembangkan.
Begitu pula dengan sosialisasi silat tradisional, agar bisa mengikuti perkembangan informasi di media sosial sehingga kegiatan ini bisa menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat.
(Fauji)
