DPR RI Pertanyakan Rencana Penghapusan Subsidi BBM u0ntuk Ojek Online

SUPERSEMARNEWS.COM BOGOR- Jakarta, 3 Desember 2024 – Anggota DPR RI, Dr. Rieke Diah Pitaloka, menyoroti rencana penghapusan subsidi BBM untuk ojek online (ojol) dalam rapat dengan Direktur Utama Pertamina.

Ia juga membandingkan kebijakan ini dengan Petronas Malaysia yang menjual BBM 50% lebih murah.

Pengemudi Ojol: Pekerja Rentan Tanpa Jaminan Sosial

Kementerian ESDM merencanakan pencabutan subsidi BBM untuk ojol.

Langkah ini dikritik karena pengemudi ojol dianggap pekerja sektor informal yang rentan.

Selain tidak memiliki jaminan sosial, mereka juga harus menghadapi potongan besar dari aplikasi penyedia layanan.

Menurut Rieke, berdasarkan Undang-Undang 13 Tahun 2011, pengemudi ojol termasuk dalam kategori masyarakat miskin yang berhak menerima subsidi.

“Mereka adalah kelompok yang rentan. Menghapus subsidi hanya akan memperparah beban mereka,” tegasnya.

Bandingkan dengan Malaysia, BBM Lebih Murah

Rieke mengkritik kebijakan ini dan membandingkannya dengan Malaysia, di mana Petronas menjual BBM jauh lebih murah.

Subsidi di Indonesia harus dikelola lebih baik agar mendukung kelompok yang membutuhkan, seperti pengemudi ojol.

Permohonan untuk Membatalkan Kebijakan

DPR RI meminta pemerintah membatalkan rencana tersebut. Rieke menegaskan subsidi diperlukan agar pengemudi ojol dapat mengurangi biaya operasional.

Rieke menyoroti beratnya kondisi ekonomi yang dihadapi para pengemudi dengan bertanya, “Bagaimana mereka bisa bertahan jika subsidi dihapus?”

Kesimpulan: Pentingnya Subsidi BBM bagi Ojol

Pencabutan subsidi BBM bagi ojol dianggap tidak tepat karena akan berdampak langsung pada kesejahteraan mereka.

DPR RI mendesak pemerintah membatalkan rencana itu. Rieke menilai subsidi diperlukan untuk meringankan biaya operasional ojol.

(SupersemarNewsTeam)
(R/SanggaBuana)