
Satpolairud Polres Kotawaringin Timur berbencang kepada warga dengan menyampaikan beberapa Kamtibmas.
SAMPIT, Supersemar News – Tak hanya sekadar membelah aliran Sungai Mentaya Kotim, Kapal Patroli 85 PK Single Engine milik Satpolairud Polres Kotawaringin Timur (Kotim) turun langsung menyentuh warga bantaran sungai lewat patroli dialogis, Rabu (22/4/2026).
Patroli perairan yang dilakukan petugas kepolisian ini dibalut kegiatan sosialisasi, imbauan, dan Polmas Perairan yang menyasar empat isu krusial.
Satu per satu kelotok dan lanting warga disandari. Personel KP 85 PK menyampaikan pesan, diantaranya bahaya narkoba yang mengancam generasi muda pesisir. “Jangan sampai anak-cucu kita rusak karena barang haram itu,” tegas seorang personel kepada warga yang ditemui di atas perahu.
Lalu, pesan ajakan perang terhadap illegal fishing. Warga diingatkan bahwa penggunaan setrum, racun, maupun bom ikan tak hanya melanggar hukum, tapi juga membunuh ekosistem dan merugikan nelayan tradisional yang mencari nafkah halal di DAS (sungai) Mentaya.
Selanjutnya, Maklumat Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng) tentang larangan karhutla kembali digaungkan. Warga bantaran sungai diminta tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Asapnya bukan hanya mengganggu kesehatan, tetapi juga membahayakan pelayaran karena jarak pandang di alur sungai menjadi terbatas.
Baca juga berita lainnya
- Pemkab HSS Gelar Rakor Evaluasi Dampak Geopolitik Terhadap Proyek Pembangunan Daerah
- DPRD HSS Sampaikan Rekomendasi LKPJ 2025, Bupati Tegaskan Komitmen Perbaikan Tata Kelola
- Seru dan Penuh Tawa! Sepak Bola Sarung di Lapas Sampit Tampilkan Sportivitas Tanpa Batas
- Seru dan Penuh Kebersamaan! Lomba Domino Pegawai Lapas Sampit Semarakkan Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62
- Seskab Terima Dirjen Imigrasi, Bahas Penyederhanaan Layanan Haji hingga Perbaikan Perbatasan
Tidak hanya itu, petugas juga menyentil kebiasaan buruk yang masih terjadi, adanya buang sampah ke sungai. Lewat Polmas Perairan, personel mengedukasi warga bahwa Sungai Mentaya adalah urat nadi kehidupan.
“Kalau kotor dan tercemar, yang rugi kita semua. Ikan mati, air bau, banjir mudah datang,” ujar personel KP 85 PK saat berdialog dengan motoris kelotok.
Pendekatan humanis dipakai dalam sosialisasi ini. Bahasa ringan diselingi tanya jawab membuat pesan lebih mudah diterima. Warga pesisir pun menyambut positif. Kehadiran polisi perairan dirasakan bukan hanya sebagai penjaga, tapi juga sebagai edukator.
Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain, melalui Kasat Polairud AKP Roni Paslah, menegaskan Polmas Perairan merupakan strategi menjaga kamtibmas dari hulu ke muara.
“Masalah narkoba, illegal fishing, karhutla, sampai sampah di sungai, semua kami sentuh lewat patroli dialogis. Kalau warga bantaran sungai paham dan peduli, DAS Mentaya pasti aman, bersih, dan lestari,“ tegasnya.
Dengan gaya jemput bola dan dialog langsung di atas air, Satpolairud Polres Kotim memastikan Sungai Mentaya tak hanya diawasi, tapi juga dijaga bersama warganya.
(Fauji)
