
Bunda Halimah Munawir menyerahkan buku karyanya Nadir kepada Isti Wuryanti, pembina Taman Baca Putra Bangsa, sebagai simbol dukungan literasi di Hari Buruh Internasional
SUPERSEMAR NEWS BOGOR, 2 Mei 2025 – Rumah Budaya HMA di Sukagalih, Megamendung, Bogor menjadi ruang ekspresi seni dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional, Kamis (1/5). Para seniman, pengamen jalanan, guru, serta komunitas seni berkumpul menunjukkan empati terhadap kaum buruh, tani, nelayan, dan masyarakat pinggiran lainnya.
Seni sebagai Media Suara Kaum Pinggiran
Tohir Kulikulo, koordinator kegiatan, menjelaskan pemilihan Rumah Budaya HMA sebagai lokasi karena komitmen seniman untuk menyuarakan keresahan sosial. “Melalui seni, kita menyampaikan pesan edukatif dan kreatif tentang nasib buruh,” ujarnya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Halimah Munawir, pemilik rumah budaya sekaligus penulis puisi dan novel.

Pertunjukan teatrikal eksentrik di Rumah Budaya HMA menggugah nurani, saat suara lantang dan tubuh setengah telanjang bersanding dengan caping warna-warni dalam lantunan kritik sosial yang membumi.
Aksi Panggung Penuh Makna
Grup seni Jangkar Jiwa menampilkan happening art melibatkan seniman dan pengamen jalanan. Heri Cokro memimpin pertunjukan yang menggugah kesadaran sosial. Ketua Federasi Serikat Buruh Indonesia (FSBI), M. Yusro Kadzim, membacakan puisi sekaligus menyampaikan prolog pergerakan buruh dalam memperjuangkan hak dan kesejahteraan mereka.

Dalam semangat Hari Buruh, Halimah Munawir membagikan buku-buku inspiratif kepada komunitas literasi, sementara kelompok musik jalanan menyuarakan perjuangan lewat balada orkestra di alam terbuka Rumah Budaya HMA.
Kolaborasi Budaya dan Komunitas
Sastrawan Boyke Sulaeman tampil eksentrik bersama putrinya. Kelompok Tulang Bajing, Bujangga Manik Society, dan Bogor Wanita Berkebaya (BWB) menyajikan tari, pencak silat, dan puisi. Komunitas KPJ Merdeka Bogor dan Sambu Street juga turut tampil dengan lagu balada dan musik jalanan orkestra.
Sumbangan dan Simbol Solidaritas
Halimah Munawir menyerahkan rak dan buku kepada Taman Baca Putra Bangsa, diterima oleh pembina Isti Wuryanti. Aksi tersebut menegaskan komitmen rumah budaya membuka ruang kreativitas dan literasi.
Penutup dengan Kebersamaan
Acara ditutup dengan makan siang bersama nasi liwet, menciptakan suasana hangat dan akrab. Dalam sesi foto bersama, semua peserta menyuarakan, “Selamat Hari Buruh! Terus berjuang dan berkarya demi masa depan bangsa.”
SupersemarNewsTeam
Reporter : R/Rifay Marzuki
