Hendropriyono: Operasi PGRS dan Pertemuan Musuh Lama

- Jurnalis

Minggu, 1 Desember 2024 - 10:13 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Sepak terjang Jenderal Kopassus AM Hendropriyono dikenal pemberani dan tangguh dalam penugasan di sejumlah medan operasi hingga menorehkan sejumlah prestasi.

Jenderal Kopassus AM Hendropriyono: Pemberani di Medan Operasi dan Pertemuan Bersejarah dengan Musuh Lama

**SUPERSEMARNEWS.COM BOGOR – Jenderal Abdullah Mahmud (AM) Hendropriyono dikenal sebagai prajurit pemberani dan tangguh di berbagai medan operasi militer.

Sebagai mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) dan tokoh TNI AD, khususnya di Korps Baret Merah Kopassus, ia meraih banyak prestasi gemilang.

Salah satunya adalah keberhasilan dalam operasi penumpasan Pasukan Gerilya Rakyat Serawak (PGRS) dan Pasukan Rakyat Kalimantan Utara (Paraku) pada 1973.

Operasi di Rimba Kalimantan

Pada 1973, Kapten Hendropriyono memimpin operasi di hutan lebat Kalimantan untuk menumpas kelompok bersenjata pimpinan Sukirjan alias Siauw Ah San.

Baca Juga :  Perkuat Struktur Komando, KSAD Pimpin Sertijab 5 Pangdam dan Alih Kodal 6 Korem

Operasi dimulai dengan perjalanan merayap sejauh 4,5 kilometer menuju markas musuh. Kecepatan merayap diatur menggunakan kode: hijau (10 meter/menit), kuning (5 meter/menit), dan merah (berhenti).

Dalam perjalanan, pasukan menghadapi ancaman ular kobra besar. Mereka membeku hingga ular itu pergi. Setelah lima jam merayap, mereka mencapai posisi serangan dan menunggu hingga waktu serangan pukul 04.00 tiba.

Duel Maut dengan Pemimpin PGRS

Saat penyergapan, Hendropriyono terlibat duel satu lawan satu dengan Sukirjan. Dalam pertarungan itu, ia terluka parah—jari kelingking hampir putus dan paha kiri robek akibat bayonet. Namun, Hendropriyono berhasil menembak mati Sukirjan. Setelah operasi, ia dirawat di RS Mempawah akibat luka-lukanya.

Meski berhasil melumpuhkan Sukirjan, tokoh utama PGRS/Paraku, Boong Kee Chok, belum tertangkap. Beberapa waktu kemudian, Hendropriyono menerima kabar bahwa Boong Kee Chok menyerah. Pemberontakan pun berhasil diredam.

Baca Juga :  Arabic Camp Mustaqilli, Santri Pondok Pesantren Al-Amin Mojokerto Siap Go Global

Pertemuan di Singapura

Tiga puluh delapan tahun kemudian, Hendropriyono bertemu Boong Kee Chok di lobi Hotel Four Seasons, Singapura. Pertemuan yang diatur oleh Mark Wee itu membuat Hendropriyono terkejut melihat Boong Kee Chok bertubuh 163 cm tetapi berwibawa dan tetap bugar.

Mereka berbincang hangat, mengenang luka perang. Hendropriyono menanyakan jari buntung Boong Kee Chok akibat granat tua, sementara Boong Kee Chok mengamati luka di tubuh Hendropriyono.

Pelajaran dari Pertemuan

Pertemuan itu menjadi momen berharga bagi Hendropriyono. Ia menyadari perang usai, menyisakan kenangan dan pelajaran. “Keberanian dan kebijaksanaan harus seiring,” ujarnya.

(SupersemarNewsTeam)
(R/SanggaBuana)

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolda Metro Jaya Pimpin Rapat Konsolidasi, Perkuat Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Jakarta
Kapolda Metro Jaya Pimpin Apel Green Policing, Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat
Kodam XXIX/Mambruk Resmi Berdiri di Nabire, Perkuat Pertanahan dan Pengabdian TNI AD di Papua Tengah
Kecelakaan di Simpang Pelita-Suprapto Sampit, Yamaha Lexi Rusak Parah Usai Terseret Truk CPO
Prajurit Korps Marinir Gempur Pantai Banongan dalam Operasi Amfibi Keris Woomera 2026
Marinir Indonesia Bekali Prajurit Australia Teknik Bertahan Hidup di Hutan
Dampak Ekonomi MotoGP Mandalika 2026 Capai Rp 5,2 Triliun, Naik 4,8 Persen
Perkuat Struktur Komando, KSAD Pimpin Sertijab 5 Pangdam dan Alih Kodal 6 Korem
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Kapolda Metro Jaya Pimpin Rapat Konsolidasi, Perkuat Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Jakarta

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Kapolda Metro Jaya Pimpin Apel Green Policing, Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:46 WIB

Kodam XXIX/Mambruk Resmi Berdiri di Nabire, Perkuat Pertanahan dan Pengabdian TNI AD di Papua Tengah

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:45 WIB

Kecelakaan di Simpang Pelita-Suprapto Sampit, Yamaha Lexi Rusak Parah Usai Terseret Truk CPO

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:43 WIB

Prajurit Korps Marinir Gempur Pantai Banongan dalam Operasi Amfibi Keris Woomera 2026

Berita Terbaru