JAKARTA, Supersemar News – Motor listrik hadir dengan beberapa pilihan sistem baterai untuk menunjang kebutuhan mobilitas penggunanya.
Salah satunya ialah battery swap yang memungkinkan pengguna menukar baterai di stasiun penukaran.
Laksono, pemilik dua motor listrik, yakni Maka Cavalry dan Omoway Omo X Smart Long Range, mengatakan, pada sistem swap, pengguna tidak selalu mengetahui kondisi baterai yang diterima saat melakukan penukaran.
“Sedangkan untuk sistem swap, kita bertukar baterai dengan orang lain. Jadi, kita tidak tahu apakah mendapatkan baterai yang bagus, baterai yang sudah soak, atau bagaimana,” katanya kepada Kompas.com di PIK 2, Sabtu (10/10/2026).
Praktis tapi Perlu Perhatian
Hal senada diungkapkan Ari, pengguna Omoway Omo X-Smart, yang menilai sistem swap memiliki sejumlah hal yang perlu dipertimbangkan untuk penggunaan sehari-hari.
“Untuk penggunaan sehari-hari, kalau yang sistem swap atau tukar baterai, banyak kelemahannya,” katanya.
“Pemakaiannya juga tidak bisa asal. Kalau terlalu sering dipakai, baterainya pasti gampang drop. Kita tidak tahu kondisi kesehatan baterainya,” ujarnya.
“Jadi, saat kita membayar untuk menukar baterai, kita bisa mendapatkan baterai yang sudah menurun kondisinya. Baru dipakai sebentar saja, performanya sudah jelek,” katanya.
Meski demikian, kondisi baterai tidak bisa dinilai hanya berdasarkan sistem penggunaannya. Kualitas baterai, usia pemakaian, pola pengisian daya, suhu, dan sistem pengelolaan baterai juga dapat memengaruhi performanya.
Karena itu, baterai swap yang dikelola dan dirawat dengan baik tetap dapat menjadi pilihan praktis bagi pengguna yang mengutamakan kemudahan penggantian baterai.
Ojol
Pengalaman menggunakan motor listrik dengan sistem swap battery juga dirasakan Rahman.
Sebelum beralih ke Alva N3 Next Gen pada 2026dengan sistem sewa baterai, ia menggunakan Smoot Tempur pada 2022 hingga awal 2024 dengan sisten tukar baterai.
Rahman mengatakan, selama menggunakan motor tersebut, tidak ada masalah pada bagian mekanis. Motor masih dapat digunakan secara normal.
Namun, seiring meningkatnya penggunaan swap battery, termasuk oleh pengemudi ojek online, Rahman mulai merasakan perubahan pada ketersediaan baterai.
“Pada saat itu secara mekanikal motor tidak ada masalah dan masih berjalan normal,” katanya.
“Namun yang jadi kendala ada penggunaan swap battery terus meningkat hingga ke kalangan ojek online, alhasil menemukan baterai yang bagus itu sulit,” kata Rahman.
Sumber : kompas.com












Komentar