Situasi akibat konflik di Ein El Hilweh, Lebanon tahun lalu (Foto: Dok. Unrwa.org).

SUPERSEMARNEWS.COM  – Israel Air Force (IAF) mengklaim telah menyerang fasilitas Hizbullah di Lebanon Selatan yang digunakan untuk menyimpan roket jarak menengah.

Serangan ini terjadi setelah kedua belah pihak saling tuduh melanggar gencatan senjata.

“IAF melaporkan tindakan mencurigakan Hizbullah yang melanggar gencatan senjata dan mengancam Israel,” ujar IAF melalui platform X pada Jumat (29/11).

Pasukan IDF melaporkan telah mengidentifikasi dua agen teroris di infrastruktur Hizbullah, tempat peluncuran puluhan rudal ke Israel bulan lalu.

Sebuah pesawat kemudian menyerang untuk menggagalkan ancaman tersebut.

Di sisi lain, anggota parlemen Hizbullah, Hassan Fadlallah, menuduh Israel melanggar gencatan senjata.

Serangan itu terjadi sehari setelah gencatan senjata diberlakukan.

“Israel menyerang mereka yang kembali ke desa-desa perbatasan. Ini adalah pelanggaran dari pihak Israel,” kata Fadlallah, seperti dilansir Reuters.

Tuduhan tersebut menyoroti rapuhnya gencatan senjata yang dimediasi AS dan Prancis untuk mengakhiri konflik, bersamaan dengan perang di Gaza.

Gencatan senjata ini dijadwalkan berlangsung selama 60 hari dengan harapan mencapai perdamaian permanen.

Pada Rabu (27/11), setelah gencatan senjata dimulai, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memperingatkan serangan Israel jika Hizbullah melanggar kesepakatan.

“Kami akan menyerang jika Hizbullah mempersenjatai diri atau membangun kembali infrastruktur teroris di perbatasan,” tegasnya di platform X.

“Durasi gencatan senjata bergantung pada situasi di Lebanon. Kami akan menegakkan perjanjian dan merespons tegas setiap pelanggaran,” kata Netanyahu.

(SupersemarNewsTeam)
(R/SanggaBuana)