Jasindo optimis minat terhadap asuransi tani meningkat tahun ini

- Jurnalis

Senin, 17 Maret 2025 - 21:41 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Jakarta – Head of Corporate Communication PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) Yura Rhamanda Aditya menyampaikan bahwa pihaknya optimis minat pelaku usaha tani untuk memanfaatkan produk Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) meningkat tahun ini.

Saat ditemui usai menjadi pembicara dalam acara “AHConnect: Workshop Menulis Kreatif Untuk Pelajar Generasi Emas” di ANTARA Heritage Center (AHC), Jakarta, Senin, ia mengatakan bahwa prospek peningkatan pemanfaatan asuransi tani tersebut sejalan dengan semakin sadarnya para petani akan berbagai risiko usaha pertanian.

“Prospeknya terkait asuransi petani ya memang sampai dengan saat ini cukup bagus minatnya, ditambah partisipasinya pun meningkat. Dari pengalaman kami, petani ini jadi makin sadar risikonya seperti apa, terutama di cuaca ekstrem sekarang. Kami optimis bakal bagus,” ujar Yura Rhamanda Aditya.

Ia menuturkan bahwa produk Asuransi Usaha Tani Padi dapat membantu melindungi para petani dari risiko gagal panen yang disebabkan oleh serangan hama, kebanjiran, hingga kekeringan.

Premi bagi produk asuransi tersebut senilai Rp180 ribu per hektar lahan, tapi pemegang polis hanya perlu membayar Rp36 ribu, atau 20 persen, karena 80 persen sisanya disubsidi oleh pemerintah. Sementara nilai pertanggungan maksimal per hektar lahan adalah sebesar Rp6 juta.

Yura menyatakan bahwa sebagian besar pemegang polis produk Asuransi Usaha Tani Padi tersebut berasal dari wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah, yang juga merupakan salah satu sentra produksi beras di Indonesia.

Untuk musim tanam awal tahun ini, ia mengatakan bahwa pihaknya belum dapat memproyeksikan jumlah klaim asuransi tani karena banyak daerah yang masih tergenang banjir dan belum dapat dilakukan survei terkait nilai kerusakan yang ditanggung oleh para petani.

“Kalau untuk klaim, kebetulan ini kan karena curah hujannya pun masih tidak tentu ya, jadi banyak daerah yang memang masih tergenang banjir, kayak terakhir saya lihat di Karawang gitu ya, jadi memang itu belum bisa dilakukan survei, baru kami tahu lahan kerusakannya berapa banyak,” ucapnya.

Sebelumnya, Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo Brellian Gema menyatakan bahwa perseroan telah memberikan perlindungan melalui produk Asuransi Usaha Tani Padi bagi lebih dari 9 juta petani di seluruh Indonesia dengan jumlah pertanggungan sebanyak 5,8 juta hektare lahan hingga akhir 2024.

Hingga November 2024, anggota holding BUMN sektor asuransi, penjaminan, dan investasi Indonesia Financial Group (IFG) tersebut mencatatkan kinerja positif dengan total pendapatan premi mencapai Rp3,47 triliun, atau tumbuh 39,24 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Acara “AHConnect: Workshop Menulis Kreatif Untuk Pelajar Generasi Emas” diselenggarakan oleh Antara Heritage Center bekerja sama dengan Asuransi Jasindo, Pertamina EP, SKK Migas, Bank Muamalat, dan Dompet Dhuafa.

(Antara)( SupersemarNewsTeam)

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Profil Suahasil Nazara, Menkeu Baru Gantikan Purbaya
Sejarah Pos Indonesia: Dari 1746 hingga Era Digital Indonesia
HIPMAPI Dorong Petani Merah Putih, Ketahanan Pangan Nasional
SEJARAH KOPERASI DI INDONESIA: JEJAK PERJUANGAN RAKYAT MENUJU KEDAULATAN EKONOMI BANGSA
SEJARAH KOPERASI DI INDONESIA: JEJAK PERJUANGAN RAKYAT MENUJU KEDAULATAN EKONOMI BANGSA
SEJARAH KOPERASI DI INDONESIA: JEJAK PERJUANGAN RAKYAT MENUJU KEDAULATAN EKONOMI BANGSA
Sejarah Koperasi di Indonesia: Jejak Perjuangan Rakyat Menuju Kedaulatan Ekonomi Bangsa
Pemerintah Kaji Pajak JHT 0 Persen, Said Iqbal Dorong Perlindungan Pekerja
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 11:50 WIB

Profil Suahasil Nazara, Menkeu Baru Gantikan Purbaya

Rabu, 26 Agustus 2026 - 09:10 WIB

Sejarah Pos Indonesia: Dari 1746 hingga Era Digital Indonesia

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:07 WIB

HIPMAPI Dorong Petani Merah Putih, Ketahanan Pangan Nasional

Minggu, 12 Juli 2026 - 13:27 WIB

SEJARAH KOPERASI DI INDONESIA: JEJAK PERJUANGAN RAKYAT MENUJU KEDAULATAN EKONOMI BANGSA

Minggu, 12 Juli 2026 - 13:07 WIB

SEJARAH KOPERASI DI INDONESIA: JEJAK PERJUANGAN RAKYAT MENUJU KEDAULATAN EKONOMI BANGSA

Berita Terbaru