Lima karya budaya Sukabumi ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda

- Jurnalis

Jumat, 17 Januari 2025 - 20:54 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Sukabumi, Jabar – Lima karya budaya dari Kabupaten Sukabumi ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda (WBTB) Jawa Barat (Jabar) pada 2025 oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar

“Lima karya budaya tersebut berasal dari Kasepuhan Adat Banten Kabupaten Sukabumi,” kata Sekretaris Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Sukabumi Yanti Irianti, di Sukabumi, Jumat.

Adapun lima karya budaya yang ditetapkan sebagai WBTB Jabar, yakni Gula Kawung, Sangu Kabuli, Mulasara Nu Ngalahirkeun, Tradisi Ngadegkeun Bumi, dan Mapag Lisung Anyar.

Baca juga: Disparbud Garut: Endog Lewo jadi WBTB dongkrak perekonomian daerah

Karya budaya yang berasal dari Kasepuhan Adat ini seperti Gula Kawung merupakan tradisi pembuatan gula merah yang memiliki nilai budaya dan sejarah, Sangu Kabuli adalah ritual penyambutan tamu agung dengan prosesi adat.

Baca Juga :  Duta Besar Palestina Ajak Masyarakat Jakarta Hadiri Budayantara Fest 2026

Kemudian Mulasara Nu Ngalahirkeun merupakan tradisi upacara adat kelahiran bayi dan tradisi Ngadegkeun Bumi yaitu ritual pembangunan dan pengukuhan tanah serta Mapag Lisung Anyar merupakan tradisi permainan rakyat.

Baca juga: Disbudpar Cianjur gencarkan promosi manisan sebagai WBTB

Menurut Yanti, penetapan lima karya budaya oleh Pemprov Jabar tersebut merupakan komitmen Pemkab Sukabumi berkomitmen dalam upaya melestarikan budaya melalui pelindungan, pemanfaatan dan pengembangan.

“Agar bisa ditetapkan sebagai WBTB, kami mendaftarkan sejumlah kebudayaan asli Kabupaten Sukabumi ke Pemprov Jabar untuk dilakukan verifikasi, pendataan serta penelitian dan terakhir sidang untuk menentukan karya budaya yang didaftarkan tersebut layak disebut warisan bangsa atau bukan,” ujarnya.

Baca Juga :  Graduation BFBL Sidoarjo Batch 13 Angkat Karsa Nusantara

Yanti mengatakan karya budaya ini juga dimanfaatkan serta dikembangkan untuk peningkatan perekonomian masyarakat karena menjadi daya tarik untuk mendatangkan wisatawan.

Baca juga: Disbudpar Kota Cirebon usulkan tujuh karya budaya jadi WBTb

Di sisi lain, kesadaran dan partisipasi warga dalam melestarikan karya budaya dan kearifan lokal sangat penting salah satunya memberikan informasi kepada generasi muda agar mereka merasa bangga dengan budaya bangsa seperti yang dilakukan secara turun temurun oleh Kasepuhan Adat.

(Antara)(SupersemarNewsTeam)

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Duta Besar Palestina Ajak Masyarakat Jakarta Hadiri Budayantara Fest 2026
Graduation BFBL Sidoarjo Batch 13 Angkat Karsa Nusantara
FKSTIM Gugat Pengukuhan 25 Anggota DKJ 2026–2029
81 Penyair Bicara Indonesia di Merdeka Katamu
Wisatawan Mancanegara Terpikat Museum Pajajaran Batu Tulis Bogor
Candi Jawi Pasuruan Warisan Budaya yang Wajib Dilestarikan
Anna Latuconsina Lawan Normalisasi Kekerasan Perempuan
Teater Koma Pentaskan Rumah Sakit Jiwa dengan Tafsir Baru 2026
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 04:32 WIB

Duta Besar Palestina Ajak Masyarakat Jakarta Hadiri Budayantara Fest 2026

Kamis, 17 September 2026 - 22:29 WIB

Graduation BFBL Sidoarjo Batch 13 Angkat Karsa Nusantara

Minggu, 6 September 2026 - 14:00 WIB

FKSTIM Gugat Pengukuhan 25 Anggota DKJ 2026–2029

Jumat, 28 Agustus 2026 - 07:08 WIB

81 Penyair Bicara Indonesia di Merdeka Katamu

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:09 WIB

Wisatawan Mancanegara Terpikat Museum Pajajaran Batu Tulis Bogor

Berita Terbaru