
Mahasiswa membawa spanduk bertuliskan tuntutan pembekuan izin perusahaan di kawasan Puncak Bogor serta kritik keras terhadap pembangunan tugu helikopter Sentul yang diduga didanai oleh PT Eiger, dalam aksi unjuk rasa di Simpang Ciawi.
Aksi Mahasiswa di Simpang Ciawi
SUPERSEMAR NEWS BOGOR – Sejumlah mahasiswa dari Mimbar Orasi Nusantara menggelar unjuk rasa di Tugu Macan Simpang Ciawi, Kabupaten Bogor, Kamis (10/7). Aksi ini menuntut pemerintah mengusut alih fungsi lahan di kawasan Puncak Bogor.
Massa membakar alat peraga dan melakukan teatrikal. Sejumlah aparat keamanan turut mengamankan aksi.
Tuntutan Terkait Alih Fungsi Lahan
Koordinator aksi, Dydan Afrizal dari Universitas Djuanda, menuding pemerintah lalai menjaga kawasan konservasi seperti lahan eks PTPN dan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP).
Menurutnya, lahan dialihfungsikan menjadi vila dan resort mewah, yang merusak lingkungan dan memicu bencana. “Ini bentuk pengkhianatan terhadap rakyat,” tegasnya.
Ia menyebut sejumlah perusahaan seperti PT Eiger, JSI Resort, Pinus Ecopark, Bobo Cabin, dan Pakis Hills turut merusak kawasan. Mereka dituding membangun di atas lahan eks HGU dan zona TNGGP.
Desakan Pembekuan dan Audit Lingkungan
Mereka meminta pemerintah membekukan izin perusahaan-perusahaan tersebut. Dydan juga menyinggung proyek tugu helikopter di Cibinong, yang diduga didanai CSR dari perusahaan di Puncak.
“Kementerian Lingkungan Hidup, Gubernur Jawa Barat, dan Bupati Bogor harus mengaudit sungai di sekitar kawasan. Banyak yang dipersempit, bahkan hilang,” katanya.
SupersemarNewsTeam
SanggaBuana
