
Cak Sam mediasi adanya permasalahan diduga pencemaran nama baik dengan kedua belah pihak.
PALANGKA RAYA, Supersemar News — Seorang dosen inisial B (26) di Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), curhat ke Cak Sam Polda Kalteng karena dihina dan dicemarkan nama baiknya oleh oknum selebgram berinisial M (28) melalui akun media sosial instagram pada Selasa (21/4/2026).
B tersinggung diduga pencemaran nama baik yang dilakukan M terjadi keributan di media sosial (medsos) yang belum diketahui permasalahan tersebut bisa terjadi.
Cak Sam, menyampaikan bahwa adanya kejadian keributan tersebut menjadi tanda tanya oleh para netizen kepada B atas permasalahan itu. Ia mengatakan bahwa B ini merasa tidak ada masalah dengan M.
“B dalam medsos tersebut menyindir nama M, menyebutkan tentang pekerjaan dan penghinaan kepada orang tua M. Tidak hanya itu, B juga melakukan penghinaan terhadap M dan pasangannya dengan sebutan yang kurang enak dibaca di medsos,“ kata Cak Sam, pada Rabu (22/4).
Baca berita lainnya
- Bareskrim Gerebek Kasino di Batam, 197 Orang Diamankan dan Rp7,7 Miliar Disita
- Bareskrim Ungkap Judi Kasino di Batam, 197 Orang Diciduk
- Ekskavator Dikerahkan Gali Embung Untuk Penanganan Karhutla di Kotim
- Kejati Kalteng Cocokkan Hasil Rekonstruksi Pembunuhan 3 Polisi di Katingan dengan Bukti Pendukung
- Dinas Intelijen Ukraina Rilis 8 WNI Jadi Tentara Rusia
Keributan yang terjadi di medsos ini tidak ada konflik dari kedua belah pihak yang diketahui kejadian itu sering dilakukan oleh B. M tidak tau menahu atas dasar apa kejadian tersebut bisa menjadi keributan di medsos.
“Hinaan yang dikatakan dalam medsos tersebut adalah kalimat “anak Pdt yang kelakuan (sifat) kaya (seperti) ibls. B dan pacarnya mukanya juga badannya kaya bbi” itu kalimat yang membuat B merasa tersinggung dan dihina,“ jelas Cak Sam.
Tidak hanya sampai disitu, Cak Sam juga menambahkan bahwa B dan M berteman lama dan pernah satu pekerjaan. Namun, M dikeluarkan diduga karena adanya pelanggaran berat. Hal ini juga yang menjadi salah satu pemicu perseteruan tersebut dari kedua pihak.
Ia (Cak Sam) kemudian mempertemukan B dan M bersama dua pengacara untuk dimediasi dan dilakukan pembinaan agar bijak bermedia sosial.
“Kalau ada masalah apapun dan siapapun, jangan diumbar di media sosial, selesaikan dengan cara baik-baik atau laporkan saja ke polisi. Biarlah polisi yang membantu menyelesaikan permasalah nya,“ nasehat Cak Sam kepada M.
Atas kejadian ini, M mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada B dan M juga berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatannya.
(Fauji)
