Ilustrasi – Truk yang membawa bantuan makanan buat Gaza dilaporkan dijarah secara brutal, Sabtu (16/11/2024). PBB menyalahkan pelanggaran hukum dan ketertiban sebagian besar pada kebijakan Israel.

SUPERSEMARNEWS.COM – PBB menghentikan pengiriman bantuan ke Jalur Gaza pada Minggu (1/12/2024) karena ancaman geng bersenjata yang menjarah konvoi.

Philippe Lazzarini, Kepala UNRWA, menyebut situasi di rute menuju Kerem Shalom terlalu berbahaya setelah hampir 100 truk dijarah pada November lalu.

Insiden terbaru terjadi pada Sabtu (30/11/2024) ketika kiriman kecil kembali dicuri.

Lazzarini menyalahkan kebijakan Israel, termasuk pembatasan bantuan dan serangan terhadap pasukan keamanan lokal, sementara Israel belum menanggapi.

Jalur Kerem Shalom, penyeberangan utama pengiriman bantuan, menjadi satu-satunya akses sejak penutupan penyeberangan Rafah oleh Mesir pada Mei.

Krisis di Gaza semakin parah dengan musim dingin yang tiba. Ratusan ribu warga tinggal di kamp tenda yang bergantung pada bantuan internasional.

Para ahli memperingatkan ancaman kelaparan di wilayah utara Gaza yang nyaris terisolasi sepenuhnya oleh pasukan Israel.

Kekerasan di Gaza dan Tepi Barat
Serangan Israel di al-Mawasi menewaskan dua anak kecil dan melukai ibu serta saudara mereka.

Di kamp pengungsi Jabalia, 40 warga Palestina tewas akibat serangan udara, sementara jumlah korban tewas pada Sabtu mencapai 100 orang.

Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan 47 kematian dan 108 luka-luka dalam 24 jam terakhir.

Lebih dari 415.000 orang terlantar berlindung di sekolah-sekolah UNRWA.

Jumlah korban perang di Gaza sejak 7 Oktober 2023 mencapai 44.429 tewas dan 105.250 terluka.

Israel juga mencatat 1.139 kematian akibat serangan Hamas pada hari pertama perang, dengan lebih dari 200 orang ditawan.

Negosiasi Gencatan Senjata di Kairo
Delegasi Hamas berada di Kairo untuk membahas gencatan senjata.

Di Lebanon, 3.961 orang tewas dan 16.520 lainnya terluka akibat serangan Israel sejak perang dimulai.

Meski gencatan senjata dengan Hizbullah terus berlanjut, pelanggaran oleh Israel tetap terjadi. 

Konflik terus memburuk, memicu kecaman internasional atas tingginya korban sipil dan kondisi kemanusiaan di Gaza.

(SupersemarNewsTeam)
(R/SanggaBuana)