
Foto: Samir Kassab, 53, membawa barang-barangnya saat berjalan di atas reruntuhan rumahnya yang hancur akibat serangan Israel, setelah gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah, di Tyre, Lebanon selatan, 29 November 2024.
SUPERSEMARNEWS.COM BOGOR – Pertempuran antara Israel dan Hamas terus berlangsung sejak 7 Oktober 2023, setelah serangan Hamas ke Israel Selatan.
Meski situasi masih memanas, upaya perdamaian terus dilakukan.
Pada Minggu (1/12/2024), Hamas mengunjungi Kairo, Mesir, untuk membahas gencatan senjata baru di Gaza.
Sumber Hamas mengungkapkan bahwa para pemimpinnya bertemu pejabat keamanan Mesir untuk mencari solusi.
Dalam waktu bersamaan, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga mengadakan diskusi keamanan terkait hal ini.
Kunjungan ini menjadi bagian dari inisiatif baru yang dipimpin Amerika Serikat, bekerja sama dengan Qatar, Mesir, dan Turki.
Negosiasi tidak hanya membahas gencatan senjata tetapi juga penyelesaian isu sandera Israel di Gaza.
Hamas menegaskan, kesepakatan hanya akan terjadi jika Israel menghentikan perang.
Namun, Israel bersikeras perang berakhir jika Hamas tak lagi menguasai Gaza atau menjadi ancaman.
Penasihat Keamanan Nasional AS, Jake Sullivan, optimistis peluang gencatan senjata meningkat. “Hamas semakin terisolasi.
Hizbullah tidak lagi mendukung mereka, sementara Iran sibuk dengan konflik lain,” ujarnya kepada CNN.
Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar mengungkapkan adanya indikasi kemajuan dalam pembahasan penyanderaan.
“Pemerintah Israel ingin melanjutkan proses ini. Kita akan tahu hasilnya dalam beberapa hari,” katanya dalam konferensi pers.
Mesir, sebagai mediator utama, terus menekan kedua pihak untuk mencapai kesepakatan.
Meski jalan menuju perdamaian masih panjang, perundingan ini membuka peluang bagi penghentian konflik di Gaza.
(SupersemarNewsTeam)
(R/SanggaBuana)
Sumbrer berita : CNBC Indonesia
Editor : SANGGA BUANA
