JAKARTA, Supersemar News – Saham emiten Agung Sedayu dan Salim Group, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) atau PIK2 anjlok 6,78% ke Rp 8.600 pada perdagangan Jumat (8/5/2026) pekan lalu.

‎Namun Maybank Sekuritas sempat merekomendasikan akumulasi saham Pantai Indah Kapuk Dua (PANI), sebagaimana catatan analisisnya yang dipublikasikan pada 6 Mei.

‎Broker efek tersebut menyematkan saham PANI untuk swing trade periode 1-20 hari. Di mana titik stoploss di bawah 7.475. Dan saham PANI punya peluang melonjak dengan resistance pertama pada 9.500 serta resistance kedua 11.000.

‎Support pertama dipatok pada level 8.450 serta support kedua di angka 7.475.

‎“PANI saat ini berada pada fase konsolidasi dengan kecenderungan bergerak sideways dengan level support kisaran 8.450. Apabila break resistance 9.500, PANI terbuka peluang untuk melanjutkan target resistance 2 di level 11.000,” kata Maybank Sekuritas.


‎PANI merupakan emiten Agung Sedayu dan Salim Group. Di mana PT Multi Artha Pratama (MAP) – entitas Agung Sedayu dan Salim Group – merupakan pengendali langsung PANI. Per 31 Maret 2026, MAP menguasai 84,09% saham PANI.

‎Emiten Agung Sedayu dan Salim Group, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) atau PIK2 membukukan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 578,33 miliar sepanjang kuartal I-2026.

‎Angka laba bersih itu melonjak sekitar 1.000% dari Rp 49,57 miliar di periode yang sama tahun 2025.

‎Per 31 Maret 2026, Pantai Indah Kapuk Dua mencatatkan laba per saham Rp 31,92, melejit dari Rp 2,94.

‎Lonjakan laba PIK2 (PANI) ditopang pendapatan neto yang meningkat 81% menjadi Rp 1,11 triliun di tiga bulan pertama 2026. Dari sebelumnya hanya Rp 611,97 miliar.

‎Sedangkan beban pokok pendapatan naik ke Rp 312,54 miliar dari Rp 267,98 miliar. Sehingga laba bruto Pantai Indah Kapuk Dua mencapai Rp 798,38 miliar dari Rp 343,98 miliar.

‎Kas dan setara kas PANI di akhir Maret 2026 jadi Rp 3,17 triliun dari sebelumnya Rp 3,84 triliun pada 31 Desember 2025.