
Sejumlah armada BisKita Trans Pakuan, Kota Bogor.
SUPERSEMARNEWS.COM BOGOR – Pengelolaan Biskita Transpakuan Bogor oleh Pemkot Bogor mulai tahun depan akan berdampak signifikan pada operasional. Anggaran Rp10 miliar hanya cukup untuk menjalankan dua dari empat koridor yang ada.
Koridor 1 dan 2 Jadi Prioritas
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Marse Hendra Saputra, menjelaskan bahwa koridor 1 dan 2 akan menjadi prioritas, mempertimbangkan pertumbuhan penumpang yang signifikan. “Kami masih menyusun skema terbaik agar pelayanan tetap optimal sesuai anggaran,” ujarnya.
Koridor Lain Dihentikan Sementara
Koridor 5 dan 6 akan berhenti beroperasi sementara waktu. Pengoperasian kembali bergantung pada tambahan anggaran di masa mendatang. “Mudah-mudahan operasional bisa dilanjutkan,” tambah Marse.
Pertumbuhan Penumpang Positif
Selama tiga tahun, data BPJT menunjukkan tren positif. Dari September 2023 hingga September 2024, jumlah penumpang di koridor 1 naik 18,33%, dari 69.920 menjadi 82.736 orang. Koridor 2 tumbuh 27,18%, dari 100.326 menjadi 127.590 orang. Di koridor 5, jumlahnya meningkat 16,52%, dari 54.442 menjadi 63.436 penumpang. Sementara itu, koridor 6 mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 48,25%, dari 20.068 menjadi 29.750 penumpang.
Biaya Operasional Terbatas
Untuk mengoperasikan empat koridor dengan 49 bus, dibutuhkan dana Rp58 miliar. Namun, keterbatasan anggaran membuat Dishub harus menyesuaikan layanan. “Kami akan menyesuaikan rute, jumlah koridor, atau bus berdasarkan kemampuan keuangan daerah,” jelas Marse.
Dengan kondisi ini, Pemkot Bogor harus mengatur strategi agar layanan Biskita tetap berjalan meski dalam keterbatasan anggaran.
(SupersemarNewsTeam)
(R/SanggaBuana)
