
Kotim, Supersemar news – Warga tampak bergotong royong membuat bubur baayak di Jalan Ir H Juanda, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Rabu (04/09/2024)
“Ini sebenarnya tradisi melayu untuk membagikan sesuatu yang manis di hari Rabu terakhir bulan Safar,” kata seorang warga.opik yang turut dalam proses pembuatan bubur Baayak.
Opiq mengatakan, tradisi berbagi bubur baayak pada Arba Mustamir Safar atau hari Rabu terakhir bulan Safar merupakan tradisi tolak bala. Namun kini kami memaknainya sedekah dan untuk silaturahmi.

“Sedekah karena kami bagikan secara gratis dan silaturahmi karena mengumpulkan banyak orang,” katanya.
Pembuatan bubur baayak melibatkan warga sekitar. Mereka bahu membahu mengaduk adonan bubur di atas wajan selama kurang 3 jam dan sebelumnya mempersiapkan kan bahan bahannya dari pagi hari.

Menurut keterangan warga yang ikut memasak, bubur Baayak di masak sekitar 40 KG, kurang lebih 1000 porsi.
Salah satu proses yang cukup unik ketika dua orang laki-laki memegangi ujung gagang kayu di atas wajan. Di tengahnya terpasang sebuah saringan. Lalu seseorang menuangkan adonan, disambut seorang ibu menekan adonan agar jatuh ke dalam wajan.

Proses tersebut yang menjadikan nama bubur baayak. Dari bahasa Banjar ayak yang artinya saring atau melalui proses penyaringan saat mengolahnya.
Bubur baayak terbuat dari tepung beras, gula pasir, gula merah, air dan santan. Bahan tersebut dicampur dan terus diaduk sampai mengental.
Setelah bubur Baayak masak di sajikan ke dalam wadah dan di bagikan kepada warga sekitar setelah sholat ashar, Sekitar pukul 15.10 Wib.

Warga pun antusias untuk rela mengantri untuk mendapatkan pembagian secara gratis bubur Baayak tersebut, “Saya menunggu dari tadi sekitar 1 jam takut tidak kebagian,”Ujar Romlah.
Tradisi memasak bubur Baayak tersebut memang rutin di lakukan oleh warga ir.H.Juanda setiap tahun.
red/ar
