Tahlil & Doa 40 Hari Wafatnya Hamdan ATT menghadirkan penceramah Ustadz Fatullah, M.Ag (Dai TV Nasional) untuk mengenang dan mendoakan sang legenda dangdut.

SUPERSEMAR NEWS – Acara takziah 40 hari wafatnya Hamdan ATT, musisi dangdut legendaris Indonesia, menjadi momen penuh haru. Sejumlah tokoh, keluarga, dan sahabat mengenang sosok almarhum yang dikenal ramah, rendah hati, dan berdedikasi tinggi pada dunia musik dangdut.

Usfat Kenang Guru Sabar dan Dermawan

Ustadz Fatullah, atau akrab disapa Usfat, menyampaikan kenangan manisnya saat memberikan tausiah di hadapan jamaah majelis taklim dari berbagai daerah. Ia mengaku bahagia menerima undangan langsung dari keluarga untuk memberikan ceramah dan doa.

“Almarhum adalah sosok yang ramah, rendah hati, dan selalu berbagi kebaikan. Bahkan di masa sulit, beliau tetap membahagiakan orang lain,” ujar Usfat, Sabtu (09/08/2025).

Usfat bercerita, di masa kecilnya ia pernah menerima sedekah dari Hamdan ATT yang sangat berarti baginya. Selain dikenal sebagai penyanyi dangdut ternama, Hamdan juga membimbing generasi muda, termasuk penyanyi seperti Resti dan Hildan, di ajang televisi nasional tahun 2010–2011.

“Saya pernah diajari langsung teknik vokal oleh beliau. Meskipun artis besar, beliau sabar membimbing tanpa meninggalkan kesederhanaannya,” kenang Usfat.

Yus Reza: Hamdan ATT Sosok Low Profile

Yus Reza, adik ipar Hamdan ATT, menggambarkan mendiang sebagai pribadi rendah hati dan penuh kepedulian sosial.

“Seumur hidup, saya tidak pernah melihat beliau marah,” ujarnya dalam wawancara bersama Supersemar News.

Ia menambahkan, almarhum kerap membantu keluarga, bahkan menanggung semua kebutuhan sebelum Yus bekerja. Berkat bantuan itu, Yus dapat mandiri dan berkarier di dunia seni. Masyarakat sekitar pun mengakui kepedulian Hamdan ATT yang merangkul semua kalangan.

Ibnu Tamim Warisi Nilai Ibadah Sang Ayah

Putra bungsu Hamdan ATT, Ibnu Tamim, hadir dalam pengajian 40 harian untuk memanjatkan doa sekaligus mengenang pesan ibadah yang diwariskan ayahnya.

“Sholat subuh itu ditungguin sampai selesai baru Abah keluar dari kamar,” ujarnya.

Menurut Ibnu, Hamdan ATT tegas mendidik anak laki-laki soal ibadah dan etika. Meski bakat bermusik lebih menurun pada kakaknya Haikal, Ibnu mewarisi hobi menggambar dan menulis dari sang ayah.

Dalam kesempatan itu, Ibnu memohon doa kepada masyarakat:

“Semoga Abah diampuni dosanya, dijauhkan dari siksa kubur, dan dimasukkan ke surga.”

Warisan Abadi di Dunia Dangdut

Acara takziah ini dihadiri keluarga, sahabat, dan tokoh masyarakat yang pernah bekerja sama dengan Hamdan ATT. Doa dan ilmu yang ia tinggalkan diyakini menjadi amal jariyah serta memberikan manfaat besar bagi perkembangan musik dangdut di Indonesia.

Reporter: R/Rifay Marzuki
Editor: SanggaBuana