
Tradisi Wungonan Reresik Tosan Aji Malam Purnama Suro di Bekasi menjadi momentum sakral untuk menjamas pusaka warisan leluhur, sekaligus membersihkan hati dan batin melalui perenungan spiritual.
Wungonan Tosan Aji, Warisan Spiritual Leluhur
SUPERSEMAR NEWS BOGOR – Padepokan PSHT bersama PPBPN menggelar tradisi Wungonan Reresik Tosan Aji pada malam Purnama Suro, Kamis (10/7/2025), di Jl. Mawar No. 10, Babakan, Mustika Sari, Bekasi. Acara ini menjadi bentuk pelestarian budaya spiritual Jawa yang sarat makna.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta melakukan jamasan pusaka, sekaligus meditasi untuk membersihkan hati dan batin. Tradisi ini mencerminkan filosofi “Curigo Manjing Warongko Jumbuhing Kawula lan Gusti”, yakni bersatunya manusia dengan Tuhannya melalui kesadaran spiritual.

Gus Ali Rahman dari PPBPN mengenakan busana adat Jawa dalam acara Wungonan Reresik Tosan Aji, menegaskan pentingnya mengembalikan makna pusaka sebagai warisan keilmuan, bukan sekadar mitos atau klenik.
Makna Pusaka Harus Diluruskan
Budayawan Gus Ali Rahman menegaskan bahwa pusaka sejak era kolonial telah disalahpahami. Menurutnya, naskah seperti Babad Kediri memunculkan stigma negatif terhadap pusaka. “Belanda sengaja merusak citra pusaka lewat narasi kriminalitas Ken Angrok,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat untuk mengembalikan makna pusaka sebagai warisan keilmuan dan spiritual, bukan sebagai benda mistik.

Ki Cokro ST, Penasehat PPBPN, menunjukkan penghormatan tinggi terhadap keris pusaka dalam tradisi Wungonan Reresik Tosan Aji, yang merefleksikan nilai spiritual dan pelestarian budaya Jawa.
Harapan Dukungan Pemerintah
Penasehat PPBPN, Ki Cokro ST, berharap acara ini terus berlanjut dan mendapat perhatian dari Kementerian Kebudayaan RI. Ia menilai, kegiatan ini penting sebagai refleksi jati diri bangsa Indonesia.
“Kita butuh dukungan pemerintah dan semua pihak untuk melestarikan budaya,” ujar Ki Cokro.
Untuk informasi terkait pelestarian budaya lainnya, lihat juga berita tentang Labuhan Segoro Kidul oleh FKPPAI.
Kesimpulan
Melalui acara ini, masyarakat diingatkan kembali pada spiritualitas warisan leluhur yang luhur. Wungonan bukan sekadar ritual, namun wadah penyatuan diri dengan nilai budaya dan ke-Tuhan-an.
Reporter: R/Rifay Marzuki
Editor: SanggaBuana
