JAKARTA TIMUR, Supersemar News – NU Online Jakarta Sejumlah nama Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta mulai mencuat sebagai bakal calon Ketua PWNU DKI Jakarta. Figur-figur yang mengemuka berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pengurus wilayah, pimpinan cabang, hingga unsur ulama dalam struktur syuriyah.

Masing-masing memiliki rekam jejak organisasi, latar belakang pendidikan, serta basis keilmuan yang beragam dalam tubuh Nahdlatul Ulama di ibu kota. Berikut nama-nama figur yang mencuat sebagai bakal calon Ketua Tanfidziyah PWNU DKI Jakarta:

KH Asik Samsul Huda

KH Asik Syamsul Huda menjabat sebagai Wakil Ketua PWNU DKI Jakarta periode 2021–2026. Ia merupakan bagian dari jajaran tanfidziyah yang berperan dalam menjalankan program organisasi di tingkat wilayah.

Pengalaman organisasinya diperkuat sejak masa mahasiswa, ketika ia aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Resimen Mahasiswa (Menwa). Pengalaman tersebut menjadi pondasi keterlibatannya dalam struktur Nahdlatul Ulama hingga tingkat wilayah.

Dalam kepengurusan PWNU DKI Jakarta, ia terlibat dalam bidang strategis yang berkaitan dengan penguatan organisasi, meliputi konsolidasi internal, pengembangan jaringan Nahdlatul Ulama, serta koordinasi dengan pengurus cabang dan lembaga di bawah PWNU. Perannya juga mencakup penguatan kegiatan keagamaan, sosial, dan kemasyarakatan di wilayah DKI Jakarta.

KH Agus Salim

KH Agus Salim merupakan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jakarta Barat. Ia memimpin salah satu cabang Nahdlatul Ulama di DKI Jakarta dengan basis jamaah yang cukup besar.

Rekam jejaknya di Nahdlatul Ulama dimulai ketika ia menjadi kader Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) sejak 1991 hingga 2000. Pengalaman kaderisasi tersebut membawanya meniti jenjang organisasi hingga terpilih sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Jakarta Barat sejak 2019 hingga sekarang.

Dalam kepemimpinannya, PCNU Jakarta Barat aktif mengembangkan kegiatan keagamaan, sosial, dan kemasyarakatan. Ia juga berperan dalam memperkuat hubungan antara organisasi dengan pemerintah daerah serta berbagai elemen masyarakat di wilayah Jakarta Barat.

KH Lutfi Hakim

Lutfi Hakim merupakan Wakil Ketua PWNU DKI Jakarta periode 2021–2026. Ia berada dalam jajaran pimpinan tanfidziyah yang menjalankan kebijakan organisasi di tingkat wilayah.

Berbekal ilmu dakwah yang didapat saat kuliah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jakarta dan aktif dalam organisasi kemahasiswaan di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ciputat, pengalaman tersebut menjadikannya piawai dalam memimpin organisasi dan melakukan pendekatan dakwah melalui organisasi masyarakat yang bernama Forum Betawi Rempug (FBR) yang memiliki basis kultural NU yang kuat.

Dalam aktivitas organisasinya, ia terlibat dalam penguatan kegiatan dakwah, pembinaan jamaah, serta pengembangan program keagamaan di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Selain itu, ia juga berperan dalam konsolidasi internal organisasi serta koordinasi lintas struktur, baik di tingkat wilayah maupun cabang.

KH Samsul Ma’arif

KH Samsul Ma’arif merupakan Ketua PWNU DKI Jakarta periode 2021–2026. Ia lahir di Pekalongan pada 1969 dan berasal dari keluarga Nahdliyin.

Riwayat pendidikannya dimulai dari Pesantren Tebuireng, Jombang hingga 1991. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan formal di Universitas Attahiriyah Jakarta dan meraih gelar sarjana pada 1996, kemudian menyelesaikan pendidikan magister pada 2001 dan doktor pada 2008 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Dalam perjalanan organisasinya, ia meniti karier secara berjenjang mulai dari PMII Cabang Jakarta, kemudian menjabat sebagai Wakil Ketua PWNU DKI Jakarta periode 2016–2020, lalu dipercaya sebagai Pelaksana Tugas Ketua PWNU DKI Jakarta periode 2020–2021, sebelum akhirnya terpilih sebagai Ketua PWNU DKI Jakarta periode 2021–2026.

Saat ini ia juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum MUI DKI Jakarta periode 2028–2030 dan pernah menjadi anggota Komisi Pengawas Haji Indonesia serta menjadi anggota Badan Wakaf Indonesia sejak 2021 hingga sekarang. Selain berorganisasi, ia dikenal sebagai akademisi yang aktif dalam kajian keislaman dan penguatan moderasi beragama.

H Zainal Arifin Naim

‎H Zainal Arifin Naim menjabat sebagai Wakil Ketua PWNU DKI Jakarta periode 2021–2026. Ia termasuk dalam jajaran pengurus harian yang berperan dalam pelaksanaan kebijakan organisasi.

Kiprahnya di Nahdlatul Ulama bermula dari didikan ayahnya, KH Muhammad Na’im atau yang dikenal sebagai Guru Naim, seorang ulama Betawi yang turut andil dalam pendirian NU di tanah Betawi. Semangat tersebut mendorongnya untuk aktif memperkuat NU di Jakarta.

Perannya mencakup penguatan koordinasi antarstruktur organisasi Nahdlatul Ulama, mulai dari tingkat wilayah hingga cabang, serta pengembangan program keumatan di DKI Jakarta. Ia juga aktif di Lembaga Takmir Masjid Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LTM PBNU) pada masa kepemimpinan KH Said Aqil Siroj.

Keterlibatannya dalam kepengurusan menunjukkan peran aktif dalam mendukung jalannya organisasi serta pelayanan keagamaan kepada masyarakat.

KH Ma’mun Al-Ayubi

KH Ma’mun Al-Ayubi menjabat sebagai Wakil Rais Syuriyah PWNU DKI Jakarta periode 2021–2026. Ia berasal dari lingkungan ulama Betawi yang memiliki akar kuat dalam tradisi keilmuan Islam di Jakarta.

Dalam riwayat organisasinya, ia pernah menjabat sebagai Ketua GP Ansor DKI Jakarta periode 2002–2006, yang menunjukkan keterlibatannya dalam kaderisasi pemuda Nahdlatul Ulama di tingkat wilayah. Hingga saat ini ia juga menjabat sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) DKI Jakarta.

Setelah itu, ia melanjutkan kiprah dalam struktur Nahdlatul Ulama, khususnya di unsur syuriyah yang memiliki peran dalam menjaga arah keagamaan organisasi dan mengawal manhaj Ahlussunnah wal Jamaah.

H Tatang Hidayat

Tatang Hidayat merupakan Wakil Ketua PWNU DKI Jakarta periode 2021–2026. Ia termasuk dalam jajaran tanfidziyah yang berperan dalam pelaksanaan program organisasi di tingkat wilayah.

Pengalaman organisasinya tumbuh sejak ia menjadi kader Gerakan Pemuda Ansor di Kecamatan Pasar Minggu pada 1980. Perjalanan panjang tersebut membawanya hingga menjabat sebagai Kepala Satuan Koordinasi Nasional (Kasatkornas) Banser pada 2005–2010 di era kepemimpinan Saifullah YYusuf.

Dalam kepengurusan PWNU DKI Jakarta, ia terlibat dalam penguatan struktur organisasi, pelaksanaan program keagamaan, serta kegiatan sosial kemasyarakatan di wilayah ibu kota. Ia menjadi bagian dari kepemimpinan kolektif yang menjalankan roda organisasi Nahdlatul Ulama di tingkat wilayah.

‎Ia menjadi bagian dari kepemimpinan kolektif yang menjalankan roda organisasi Nahdlatul Ulama di tingkat wilayah.

Sumber : jakarta.nu.or.id

Editor : Dasen CM