
Pertunjukan kesenian Kie Lin di Kota Bogor menyuguhkan nuansa sakral, dengan ornamen hijau gelap bercorak gelombang putih, menjadi daya tarik unik yang hanya dapat ditemukan di Indonesia.
Kie Lin, Atraksi Sakral di Perayaan Imlek
SUPERSEMAR NEWS BOGOR – Perayaan Imlek di Kota Bogor menghadirkan atraksi kesenian Kie Lin yang sarat nuansa sakral. Pertunjukan ini memukau masyarakat dengan keunikan ritualnya.
Perbedaan Kie Lin dan Barongsai
Walau mirip, Kie Lin dan Barongsai memiliki perbedaan mencolok. Kie Lin dimainkan oleh dua orang dengan iringan musik khas Tionghoa yang bertempo lambat, mengutamakan ritual daripada hiburan. Barongsai, sebaliknya, lebih dinamis dan penuh gerakan akrobatik.
Makna Sakral Kie Lin
Menurut Patrick Alfonsus, Koordinator Bidang Ritual PGB Bangau Putih, Kie Lin merupakan hewan mitologi yang menjadi tunggangan Dewa-Dewi saat turun ke Bumi. “Kie Lin lebih sakral, dengan warna hijau gelap dan corak gelombang putih,” jelas Patrick.
Musik Khidmat Kie Lin
Patrick menambahkan, musik pengiring Kie Lin diciptakan khusus oleh seorang Guru Besar. “Enam orang memainkan alat musik berbeda, sementara dua orang memerankan kepala dan buntut Kie Lin,” terangnya.
Kehadiran Kie Lin di Momen Khusus
Kie Lin tampil pada acara-acara tertentu, seperti Ce Lak (ulang tahun Kie Lin), malam Ce Kao (pemandian Kie Lin di Sungai Ciliwung), Cap Si, dan Cap Go Meh.
Pelestarian oleh Generasi Muda
Patrick menegaskan pentingnya regenerasi untuk melestarikan kesenian ini. “Kami sadar banyak kesenian punah karena tidak ada penerusnya. Kami berkomitmen menjaga dan mengembangkan Kie Lin,” ucapnya.
Harapan untuk Kie Lin
Ia berharap Kie Lin tetap eksis. “Kie Lin hanya ada di Bogor. Jika bukan kami yang menjaga, siapa lagi? Kami ingin kesenian ini terus berkembang,” tutup Patrick.
SupersemarNewsTeam
Reporter: R/SanggaBuana
