Mendag: Perundingan dagang Indonesia-Uzbekistan siap diluncurkan

- Jurnalis

Selasa, 11 Februari 2025 - 21:42 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Jakarta – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyebut bahwa Indonesia dan Uzbekistan siap meluncurkan Perundingan Indonesia-Uzbekistan Preferential Trade Agreement (IU-PTA).

Dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Uzbekistan Bakhtiyor O Saidov di Kantor Kemendag Jakarta,pada Senin (10/2), Budi menyampaikan, kedua negara tengah mendorong peningkatan kerja sama bilateral.

Menurut Budi, IU-PTA dapat menjadi peluang bagi Indonesia untuk ekspansi pasar, mengingat jumlah penduduk Uzbekistan terbesar di Kawasan Asia Tengah dengan jumlah mencapai 36,5 juta jiwa dan merupakan mitra dagang nontradisional Indonesia.

“Ini merupakan salah satu langkah konkret program prioritas Kemendag dalam perluasan pasar ekspor,” ujar Budi dalam keterangan di Jakarta, Selasa.

Pada pertemuan tersebut, Mendag juga mendorong pihak Uzbekistan untuk segera merealisasikan pembentukan Joint Working Group (JWG) on Trade and Investment Indonesia-Uzbekistan.

Pembentukan JWG tersebut telah disepakati pada pertemuan Delegasi DPR RI, Kemendag, dan Kementerian Perindustrian dengan Deputi Perdana Menteri/Menteri Investasi dan Perdagangan Luar Negeri Uzbekistan di Tashkent pada 18 Mei 2021.

Baca Juga :  BELI INDONESIA, BUKAN JUAL INDONESIA: INDUSTRI HARUS MANDIRI

Selain itu, Budi menyampaikan dukungan terhadap proses aksesi Uzbekistan ke Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO). Indonesia dan Uzbekistan telah menyelesaikan perundingan akses pasar barang dan jasa dalam kerangka aksesi tersebut.

Ia juga mendorong tim teknis kedua negara untuk segera menyelesaikan pembahasan prosedur dan waktu penandatanganan Protokol Persetujuan Indonesia-Uzbekistan mengenai barang dan jasa dalam kerangka Aksesi Uzbekistan ke WTO.

“Indonesia siap menandatangani Protokol Persetujuan Indonesia-Uzbekistan mengenai barang dan jasa dalam kerangka Aksesi Uzbekistan ke WTO,” kata Budi.

Uzbekistan merupakan negara tujuan ekspor ke-129 dan asal impor ke-53 bagi Indonesia. Dalam lima tahun terakhir (2019-2023) tren perdagangan kedua negara tumbuh sebesar 49,04 persen.

Baca Juga :  Alvin Tedjo, Keturunan Minang Terpilih Wali Kota Kanada

Sementara pada 2024, total perdagangan kedua negara mencapai 147,6 juta dolar AS, naik 4,67 persen dari tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 141,1 juta dolar AS.

Pada periode ini, ekspor Indonesia ke Uzbekistan sebesar 25,8 juta dolar AS, sedangkan impor Indonesia dari Uzbekistan tercatat sebesar 121,9 juta dolar AS.

Ekspor utama Indonesia ke Uzbekistan di antaranya margarin, lemak dan minyak hewan atau nabati, mesin dan aparatus elektrik, margarin lain, serta kopi instan.

Impor Indonesia dari Uzbekistan di antaranya kalium klorida, pulp linter kapas, pompa bahan bakar, pengukur tinggi permukaan untuk kendaraan bermotor, serta dinatrium karbonat.

(Antara)( SupersemarNewsTeam)

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, Integritas Polri Diuji
Persib Bandung Comeback 2-1 atas Melbourne, Lolos 16 Besar ACL 2
BELI INDONESIA, BUKAN JUAL INDONESIA: INDUSTRI HARUS MANDIRI
Djoko Siswanto dan Nasruddin Tueka Dorong Akselerasi Migas
REVITALISASI SKK MIGAS MENJADI BUK MIGAS: REFORMASI ATAU KUASA?
Alvin Tedjo, Keturunan Minang Terpilih Wali Kota Kanada
Kapolri Suyudi Rotasi 88 Pati dan Pamen, 19 Kapolda Berganti
Prabowo Lantik Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri, Ganti Sigit
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 16:11 WIB

Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, Integritas Polri Diuji

Kamis, 5 November 2026 - 20:36 WIB

Persib Bandung Comeback 2-1 atas Melbourne, Lolos 16 Besar ACL 2

Selasa, 3 November 2026 - 22:36 WIB

BELI INDONESIA, BUKAN JUAL INDONESIA: INDUSTRI HARUS MANDIRI

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:01 WIB

Djoko Siswanto dan Nasruddin Tueka Dorong Akselerasi Migas

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:34 WIB

REVITALISASI SKK MIGAS MENJADI BUK MIGAS: REFORMASI ATAU KUASA?

Berita Terbaru