
SAMPIT, Supersemar News – Duka mendalam menyelimuti Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur. H Anang Sulaiman Bin Arbaen, sosok ulama kharismatik sekaligus pendiri Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Al-Madaniyah Samuda, wafat pada Rabu sore, 30 April 2025, sekitar pukul 17.00 WIB.
Kepergian beliau meninggalkan jejak mendalam bagi dunia pendidikan dan keagamaan di Kotim. Informasi yang beredar di media sosial menyebutkan, almarhum menghembuskan napas terakhir di RSUD Mas Amsyar Kasongan saat dalam perjalanan rujukan menuju Banjarmasin untuk mendapatkan perawatan lanjutan.
Semasa hidup, H Anang Sulaiman dikenal sebagai panutan masyarakat yang tak kenal lelah mengabdi di bidang dakwah dan pendidikan. Yayasan yang beliau dirikan telah menjadi tempat menimba ilmu agama bagi ribuan santri dari berbagai penjuru daerah.
Kiprahnya di bidang keagamaan dan pendidikan telah memberi pengaruh besar bagi kemajuan masyarakat Samuda dan sekitarnya.
Selain itu, namanya juga diabadikan sebagai nama Rumah Sakit Pratama H Anang Sulaiman, yang menjadi fasilitas penting bagi pelayanan kesehatan di wilayah tersebut.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Allahummaghfirlahu, warhamhu, wa’afihi, wa’fu anhu. Kami sangat kehilangan sosok beliau, seorang panutan dan pejuang pendidikan Islam,” ucap salah satu masyarakat Samuda Rachmad Kurniawan.
Rencananya, jenazah almarhum akan disalatkan di Musala Sekolah Al-Madaniyah Samuda (Musala Assayyid Alawi AlMaliki) pada Kamis pagi 1 Mei 2025, sekitar pukul 07.30 WIB. Setelah itu, jenazah akan dibawa dan dimakamkan di samping rumah almarhum di Samuda.
Kepergian H Anang Sulaiman meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar, murid-muridnya, serta masyarakat yang selama ini mengenal tokoh agama ini sebagai pribadi yang tawadhu dan berdedikasi tinggi dalam syiar Islam.
(beritasampit.com)
(Lilis Susanti)
