Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno, terus mengimbau warga untuk menerapkan 3M Plus sebagai langkah menjaga status bebas malaria di Kota Bogor.

SUPERSEMAR NEWS BOGOR – Pemerintah Kota Bogor terus memperkuat langkah pencegahan demi mempertahankan status bebas malaria. Melalui Dinas Kesehatan Kota Bogor, sejumlah strategi rutin dilakukan, termasuk pemantauan di Puskesmas dan Rumah Sakit.

Dinkes Fasilitasi Pemeriksaan dan Obat

Kepala Dinkes Kota Bogor, Sri Nowo Retno, menyampaikan bahwa pihaknya sudah menyediakan logistik seperti obat anti malaria (DHP, Primaquen, artesunate), alat tes RDT, dan bahan mikroskopis. Selain itu, Dinkes mengadakan pelatihan ulang kepada petugas laboratorium untuk meningkatkan kualitas diagnosis malaria.

Tak hanya itu, jejaring antar rumah sakit juga diperkuat agar pasien positif segera ditangani sesuai standar. “Kami pastikan semua pasien menerima pengobatan yang tepat,” tegas Retno.

RDT dan Investigasi Dini

Dinkes juga membuka layanan Rapid Diagnostic Test (RDT) malaria di Puskesmas. Jika ditemukan kasus suspek, petugas langsung melakukan penyelidikan epidemiologi untuk mengantisipasi penularan lokal.

Imbauan 3M Plus bagi Masyarakat

Untuk mencegah penyakit malaria, Retno mengimbau warga menerapkan 3M Plus, yaitu:

  • Menguras tempat penampungan air
  • Menutup rapat wadah air
  • Mendaur ulang barang bekas

Adapun tindakan plus meliputi menjaga kebersihan lingkungan, menggunakan kelambu berinsektisida, mengoleskan obat antinyamuk, serta membersihkan semak dan saluran air di sekitar rumah.

Waspadai Gejala dan Segera Periksa

Retno juga mengingatkan agar warga segera ke faskes jika mengalami demam tinggi mendadak, menggigil, mual, sakit kepala, atau punya riwayat bepergian dari luar Kota Bogor.

Untuk informasi lebih lanjut, pembaca dapat melihat juga artikel terkait upaya pengawasan penyakit di kawasan wisata Bogor.

SupersemarNewsTeam
SanggaBuana