
Subchan ZE, tokoh muda NU yang visioner dan kritis terhadap rezim Orde Baru, tampak tengah membaca di ruang kerjanya—dikelilingi tumpukan dokumen perjuangan. (Foto: PWNUjatim.or.id)
Kritik Tajam, Karier Politik Hancur
SUPERSEMAR NEWS – Subchan Zaenuri Echsan, lebih dikenal sebagai Subchan ZE, merupakan tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) yang berani bersuara lantang terhadap rezim Orde Baru. Namun, sikap vokalnya membuat karier politiknya runtuh.
Pada 1972, PB Syuriyah NU resmi memecat Subchan melalui surat N.004/Syuriyah/c/1972. Pemecatan ini ditandatangani Rois Aam KH. Bisri Syansuri, sebagai buntut dari kritik keras Subchan terhadap kebijakan Soeharto.
Aktif Sejak Muda
Lahir di Kepanjen, Malang Selatan, 22 Mei 1931, Subchan tumbuh di lingkungan santri di Kudus. Sejak remaja, ia sudah aktif berwirausaha, mengelola perusahaan rokok “Cap Kucing” dan berdagang hingga Singapura.
Selain menempuh pendidikan pesantren, Subchan belajar di Universitas Gadjah Mada dan ikut kursus ekonomi di UCLA. Di masa revolusi, ia tergabung dalam AMRI dan BPRI yang dipimpin Bung Tomo.
Kiprah Politik dan Ekonomi
Karier politik Subchan dimulai saat ia menjadi pengurus Ma’arif NU Semarang pada 1953. Namanya mencuat saat menjabat Ketua IV PBNU pada 1962.
Pada 1965, ia memimpin KAP Gestapu bersama Hary Tjan Silalahi. Kelompok ini mengonsolidasikan massa untuk mendesak pembubaran PKI. Sebagai wakil ketua MPRS, Subchan aktif menuntut pertanggungjawaban Presiden Soekarno dan pembubaran PKI.
Lawan Rezim, Lawan Korupsi
Di awal Orde Baru, Subchan vokal mengkritik pemerintahan Soeharto. Ia menilai rezim menyuburkan korupsi dan konspirasi. Ia juga menentang Permendagri 12/1969 yang memihak Golkar.
Meski ditekan, Subchan tetap berkampanye untuk NU. Dalam Pemilu 1971, NU meraih posisi kedua di bawah Golkar, dengan suara terbanyak di antara partai Islam.
Meninggal Misterius
Setahun setelah dipecat NU, Subchan meninggal dalam kecelakaan di Riyadh, Arab Saudi, pada usia 42 tahun. Kecelakaan itu diduga terkait operasi intelijen, karena Subchan berencana mengungkap jaringan bisnis Soeharto usai pulang dari Mekkah.
Menjelang wafat, ia sempat memberi wawancara kepada koresponden AFP soal dugaan keterlibatan CIA dalam suksesi Orde Baru. Sopir dalam kecelakaan itu hanya luka ringan, sementara Subchan tewas seketika.
Jejak yang Dihapus
Usai wafat, biografi dan kisah Subchan perlahan dihapus dari referensi sejarah. Meski begitu, namanya tetap dikenang. Di Kudus, Jawa Tengah, sebuah jalan masih menyandang nama Subchan ZE.
SupersemarNewsTeam
Reporter : R/Rifay Marzuki
SanggaBuana
