Dalam acara Indonesia International Sustainability Forum, Retno Marsudi menegaskan pentingnya pembangunan berkelanjutan dan infrastruktur hijau untuk menjaga ketersediaan air bersih bagi generasi mendatang.

SUPERSEMAR NEWS – JAKARTA — Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk isu air, Retno Marsudi, menegaskan pentingnya pembangunan berkelanjutan demi menjaga ketersediaan air bersih di bumi. Menurutnya, infrastruktur, teknologi, dan investasi menjadi tantangan besar dalam memastikan akses air yang merata.

Infrastruktur Jadi Kunci Akses Air Bersih

Retno menjelaskan bahwa infrastruktur air — seperti pipa, mata air, bendungan, hingga jaringan distribusi — merupakan tulang punggung akses air bersih bagi masyarakat. Namun, ia menyoroti bahwa masih banyak wilayah yang belum siap dalam membangun infrastruktur berkelanjutan.

“Air adalah hak dasar manusia. Tanpa infrastruktur yang kuat dan efisien, sulit bagi kita mencapai target pembangunan berkelanjutan,” ujar Retno dalam pernyataannya.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya kolaborasi global antara negara-negara anggota PBB untuk berbagi teknologi ramah lingkungan dan meningkatkan investasi hijau di sektor air.

Pemerintah RI Fokus pada Infrastruktur Ramah Lingkungan

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memastikan bahwa pemerintah terus memperkuat komitmen terhadap pembangunan yang memperhatikan lingkungan.

“Pemerintah terus mengupayakan pembangunan pipa dan sistem distribusi ke berbagai wilayah agar masyarakat mendapatkan akses air bersih yang merata,” tegas AHY.

Menurutnya, strategi tersebut sejalan dengan Agenda Pembangunan Nasional Berkelanjutan (SDGs Indonesia) yang menargetkan ketersediaan air bersih dan sanitasi layak bagi seluruh warga pada tahun 2030.

Kolaborasi Global untuk Masa Depan Air

Melalui kerja sama lintas negara, Retno berharap isu air bersih tidak hanya menjadi pembahasan lokal, tetapi menjadi agenda global bersama yang melibatkan pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat.

Ia juga mengajak lembaga internasional dan nasional untuk memperkuat kemitraan dalam pengelolaan sumber daya air yang adil, efisien, dan berkelanjutan.

“Krisis air adalah krisis kemanusiaan. Kita harus bertindak sekarang sebelum terlambat,” tutup Retno.

SupersemarNewsTeam
Sumber:
United Nations, Bappenas
SanggaBuana