Supersemar News – Taipan Vietnam Pham Nhat Vuong semakin mengukuhkan diri sebagai orang terkaya di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) pada awal Mei 2026. Berdasarkan data Forbes Real-Time Billionaires List per Senin (4/5/2026), kekayaan Vuong melonjak signifikan dalam sebulan terakhir dan membuat posisinya tetap bertahan di puncak daftar.

Vuong tercatat memiliki kekayaan sebesar US$ 34,1 miliar atau sekitar Rp 589,9 triliun (asumsi kurs Rp 17.300 per dolar AS). Jumlah tersebut meningkat sekitar 33% dibanding awal April 2026 yang berada di level US$ 25,6 miliar.

Peningkatan tajam itu ikut mengangkat peringkat global Vuong dari posisi ke-73 dunia pada akhir April menjadi peringkat ke-66 dunia. Vuong menjalankan bisnis melalui Vingroup di berbagai sektor seperti real estat, ritel, hingga kesehatan. Unit usahanya meliputi VinFast, Vinhomes, hingga Vinpearl.

Sementara itu, konglomerat Indonesia Prajogo Pangestu masih berada di posisi kedua orang terkaya ASEAN. Namun kekayaan Prajogo mengalami penurunan dalam sebulan terakhir sehingga peringkat globalnya merosot.

Forbes mencatat kekayaan Prajogo turun dari sekitar US$ 26 miliar menjadi US$ 20,9 miliar atau setara Rp 361,6 triliun. Akibatnya, peringkat global Prajogo turun dari posisi ke-96 menjadi peringkat ke-129 dunia.

Prajogo dikenal sebagai pemilik Barito Pacific Group yang bergerak di sektor petrokimia, energi terbarukan, pertambangan batu bara, hingga infrastruktur.

Berikut daftar lengkap 10 orang terkaya ASEAN per awal Mei 2026.

Screenshot

Meski posisi puncak kini ditempati pengusaha Vietnam, daftar orang terkaya ASEAN masih didominasi konglomerat asal Indonesia. Total terdapat empat orang Indonesia yang masuk dalam daftar 10 besar orang terkaya di Asia Tenggara pada awal Mei 2026.

Secara umum, daftar miliarder terkaya di ASEAN pada Mei 2026 menunjukkan dominasi sektor-sektor strategis seperti energi, komoditas, properti, hingga perbankan. Nama-nama dari Indonesia yang masuk daftar besar berasal dari bisnis batu bara, petrokimia, hingga sektor keuangan.

Forbes juga mencatat perubahan kekayaan para konglomerat ini dapat bergerak cepat mengikuti fluktuasi nilai aset dan pergerakan harga saham perusahaan yang mereka miliki.