
Pangkalan militer Fort Pickett, salah satu dari tujuh lokasi yang akan dikembalikan namanya oleh AS, terlihat dalam kompleks pelatihan Garda Nasional.
SUPERSEMAR NEWS BOGOR – Militer AS mengumumkan rencana untuk mengembalikan nama tujuh pangkalan yang sebelumnya menghormati pemimpin Konfederasi. Keputusan ini merupakan bagian dari langkah Presiden Donald Trump dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth untuk membatalkan perubahan nama era pemerintahan Biden.
Trump Umumkan di Fort Bragg
Trump menyatakan langsung perubahan ini di Fort Bragg, yang sebelumnya sempat diganti menjadi Fort Liberty. “Kita menang di banyak pertempuran dari benteng-benteng itu. Ini bukan waktunya untuk mengubahnya,” ujarnya.
Pangkalan-Pangkalan yang Akan Dikembalikan
Berikut tujuh pangkalan yang akan dikembalikan namanya, namun dengan makna baru:
1. Fort Pickett
Sebelumnya Fort Barfoot. Akan menghormati Letnan Vernon W. Pickett, pahlawan Perang Dunia II yang gugur setelah aksi heroik.
2. Fort Hood
Kini Fort Cavazos, akan menjadi Fort Hood untuk mengenang Kolonel Robert B. Hood, veteran Perang Dunia I.
3. Fort Gordon
Fort Eisenhower akan kembali jadi Fort Gordon, dinamai dari Sersan Gary I. Gordon, penerima Medal of Honor atas aksinya di Mogadishu.
4. Fort Lee
Fort Gregg-Adams akan berganti ke Fort Lee, menghormati prajurit Fitz Lee, pahlawan perang Spanyol-Amerika.
5. Fort Polk
Fort Johnson akan diganti menjadi Fort Polk, untuk menghormati Jenderal James H. Polk, penerima Silver Star dalam Perang Dunia II.
6. Fort Rucker
Fort Novosel akan menjadi Fort Rucker kembali, dinamai dari Kapten Edward W. Rucker, pilot pemberani pada Perang Dunia I.
7. Fort A.P. Hill
Fort Walker akan berubah menjadi Fort A.P. Hill, namun kali ini menghormati tiga tentara Union: Edward Hill, Robert A. Pinn, dan Bruce Anderson.
Langkah Politik dan Reaksi
Meski begitu, Departemen Pertahanan AS membatalkan kebijakan 2023 dan tetap membutuhkan persetujuan Kongres untuk mengembalikan nama-nama pangkalan.
Editor: SanggaBuana
Sumber: CNN
