
Dewi Astutik Gembong Narkoba Internasional Ditangkap BNN: Bongkar Alur Jaringan & Rute Operasional Golden Triangle di 6 Negara
SUPERSEMAR NEWS – Jakarta — Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) resmi mengumumkan keberhasilan menangkap Dewi Astutik, perempuan yang dikenal publik dengan alias Paryatin, yang diduga sebagai pemimpin jaringan narkoba internasional dengan tingkat kerapihan dan struktur operasi kelas elite kriminal internasional. Penangkapan ini menjadi salah satu capaian besar BNN pada 2025, karena membuka fakta mengejutkan terkait model distribusi narkotika lintas benua yang memanfaatkan jalur legal maskapai penerbangan, rekrutmen kurir migran, dan sistem keuangan berbasis cryptocurrency.
Dalam konferensi pers di Jakarta pada Rabu (3/12/2025), Kepala BNN RI Komjen Pol. Suyudi Ario Seto mengungkap bahwa Dewi telah membangun jaringan distribusi dan perekrutan kurir sejak 2023. Organisasi ini mulai beroperasi secara penuh pada awal 2024 dengan pola gerak yang terstruktur, sistematis, dan memanfaatkan kelemahan lintas negara.
Alur Jaringan Internasional dan Rute Operasional Sindikat
Untuk memberikan pemahaman lebih konkret kepada publik, BNN merilis gambaran alur dan struktur penyebaran jaringan narkoba yang dikendalikan Dewi Astutik. Berdasarkan hasil investigasi, rantai operasional jaringan Dewi membentang dari pusat produksi di daerah Golden Triangle, kemudian dikendalikan melalui markas koordinasi di Kamboja sebelum didistribusikan ke enam negara tujuan.
Berikut skema alur jaringan sebagaimana dijelaskan BNN:

Skema tersebut menunjukkan bahwa Golden Triangle bertindak sebagai sumber produksi utama barang haram, sementara Kamboja dijadikan pusat kendali operasi (headquarters) yang mengatur logistik, pendanaan, perekrutan kurir dan pengiriman barang ke negara tujuan utama.
Melalui diagram investigatif yang dirilis BNN, terlihat pula bahwa kurir direkrut dari berbagai negara, terutama WNI yang bekerja di luar negeri atau mengalami kesulitan finansial, sehingga mudah dimanipulasi dan dijadikan pion berisiko tinggi. Dengan demikian, pola penyelundupan ini tidak lagi mengandalkan jalur laut atau kontainer besar, melainkan jalur penerbangan penumpang dengan sistem multi-transit untuk menutupi jejak barang.
Rute Negara Tujuan & Fungsi Peranannya
BNN menjelaskan bahwa masing-masing negara memiliki fungsi berbeda dalam rantai penyebaran narkotika internasional:
| Negara Tujuan | Fungsi Operasional dalam Jaringan |
|---|---|
| Indonesia | Distribusi pasar dan pembagian ke wilayah Asia Tenggara |
| Laos | Jalur transit dan penyimpanan sementara |
| Hong Kong | Hub logistik dan keuangan |
| Korea Selatan | Pusat perekrutan kurir WNI dan WNA |
| Brasil | Pasar besar Amerika Selatan dan jalur penyebaran ke benua lain |
| Ethiopia | Titik penutup penyamaran rute udara dan manipulasi dokumen perjalanan |
Melihat pola operasi tersebut, dapat disimpulkan bahwa Dewi menjalankan jaringan yang bukan hanya lintas negara, tetapi lintas benua, menghubungkan Asia, Amerika Selatan, dan Afrika dalam satu sistem operasional tunggal yang dikendalikan dari balik layar.
Modus Operasional Sindikat Dewi Astutik
Dalam pemaparannya, BNN menjabarkan teknik distribusi yang digunakan sindikat Dewi yang dinilai sangat terstruktur. Model operasi tersebut mencakup:
1. Perekrutan Kurir Migran
Mengincar pekerja migran Indonesia dan asing yang memiliki masalah keuangan agar mudah dipengaruhi dengan janji keuntungan besar.
2. Pengiriman Jalur Udara Multi-Transit
Barang diletakkan dalam bagasi penumpang, dikemas dalam bentuk kamuflase, atau dipindah antar terminal.
3. Komunikasi Enkripsi dan Identitas Palsu
Semua instruksi operasional dikirim melalui aplikasi terenkripsi.
4. Pembayaran Menggunakan Mata Uang Digital
Transaksi keuangan sindikat hampir sepenuhnya berbasis cryptocurrency sehingga sulit dilacak.
Pola ini menunjukkan bahwa jaringan tersebut beroperasi dengan pendekatan kriminal modern berbasis teknologi, bukan lagi metode penyelundupan tradisional.
Belum Terbukti Terkait Jaringan Fredy Pratama
Meski struktur operasional jaringan Dewi terlihat masif, Komjen Suyudi menegaskan bahwa hingga saat ini belum ditemukan bukti kuat yang menghubungkan Dewi dengan gembong narkoba internasional Fredy Pratama, yang dikenal sebagai salah satu penguasa pasar narkotika terbesar di Asia.
“Paryatin alias Dewi sementara ini merupakan jaringan Cambodia-Nigeria-Brazil. Jadi belum terkonfirmasi sebagai rekan Fredy Pratama, namun penyidik terus menggali kemungkinan kaitan.”
Namun demikian, mengingat pola operasi yang kompleks dan aktivitas perdagangan lintas batas yang luas, penyidik masih membuka ruang kemungkinan hubungan antar sindikat.
Fakta Penangkapan di Hotel Mewah Kamboja
BNN mengungkap bahwa Dewi ditangkap pada Senin, 1 Desember 2025 pukul 13.39 waktu setempat di salah satu hotel mewah di Kamboja. Saat itu Dewi hendak masuk ke mobil Toyota Prius berwarna putih bersama seorang lelaki yang mengaku bernama Abdul Halim, warga Pakistan yang diduga memiliki hubungan personal dan operasional dengan Dewi.
Identitas pria tersebut saat ini masih dalam proses verifikasi kepolisian Kamboja. Penyidik juga menyelidiki kemungkinan peran Halim sebagai perantara akses distribusi ke kawasan Timur Tengah dan Afrika.
Status Hukum: Buronan Internasional
Pengungkapan status Dewi sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) resmi pemerintah Korea Selatan menjadi salah satu perkembangan krusial penyidikan. Hal ini diketahui setelah adanya koordinasi BNN dengan Kejaksaan Korea Selatan pasca penangkapan seorang WNI bernama Iqbal di Jeju.
Kasus penangkapan Iqbal memperkuat dugaan posisi Dewi bukan sekadar operator, melainkan mastermind sindikat internasional.
Ancaman Hukuman
Dengan tingkat kejahatan yang sangat besar dan sangat berdampak terhadap publik, Dewi terancam hukuman:
• Pasal 114 ayat 2 UU Narkotika — Hukuman Mati
• Pasal 132 ayat 2 — Konspirasi Internasional
• Potensi tambahan hukuman dari Korea Selatan & Interpol
BNN Perkuat Kerja Sama Global
Komjen Suyudi menegaskan bahwa upaya pemberantasan narkoba lintas negara tidak dapat dilakukan sendiri:
“BNN berkomitmen memutus mata rantai narkotika internasional.”
Menurutnya, BNN bersama Polri, Bea Cukai, Interpol, dan ASEAN-NARCO akan meningkatkan operasi gabungan untuk mengungkap sumber produksi, jalur pendanaan, serta aktor tingkat tinggi di balik jaringan ini.
Penangkapan Dewi Astutik menjadi tonggak penting dalam sejarah pemberantasan narkoba Indonesia. Melalui operasi investigatif yang membuka struktur jaringan internasional, publik kini dapat melihat bahwa peredaran narkotika bukan sekadar kejahatan domestik, melainkan kejahatan terorganisir global yang memerlukan respon tegas dan kolaboratif.
BNN menegaskan bahwa perang melawan narkoba adalah perang panjang yang memerlukan kesadaran masyarakat, penguatan keluarga, serta tindakan hukum keras terhadap para pelaku.
SupersemarNewsTeam
Reporter : R/Rifay Marzuki
