Budi Dalton Soroti Hilangnya Nama dan Jejak Wilayah Sunda di Peta Geografi

- Jurnalis

Minggu, 15 Juni 2025 - 13:39 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Dalam peta dunia versi Ptolemaeus, wilayah ‘Sunda’ dan ‘Sahul’ tercatat jelas sebagai bagian dari peradaban kuno yang dikenal sejak abad pertama Masehi. Ini mendukung pernyataan Budi Dalton bahwa istilah Sunda bukan sekadar etnis di Jawa Barat, melainkan identitas wilayah besar yang diakui secara geografis dan historis sebagai bagian dari Sundaland.

SUPERSEMAR NEWS BOGOR – BANDUNG – Musisi sekaligus akademisi asal Bandung, Budi Dalton, menyoroti hilangnya nama “Sunda” dalam peta dan narasi geografis modern. Ia menyebutkan bahwa nama Sunda seolah sengaja dihapus, padahal memiliki jejak sejarah dan ilmiah yang kuat.

Baca Juga :  Sengketa Pinjaman Rp400 Juta Berujung Laporan Polisi, Kuasa Hukum YS Pertanyakan Status Motor Jaminan

Paparan Sunda dalam Peta Lama

Dalam diskusinya, Budi menyebut istilah seperti Sundaland atau Paparan Sunda masih tercatat di peta kuno sejak abad ke-17 hingga akhir abad ke-20. Ia merujuk peta tahun 1667, 1755, hingga 1988 yang masih menyebut “Sunda Besar” dan “Sunda Kecil”.

“Undang-Undang Darurat No. 9 Tahun 1954 mengubah nama Provinsi Sunda Kecil menjadi Nusa Tenggara,” ungkapnya, menyayangkan perubahan itu sebagai awal penghilangan identitas wilayah Sunda.

Sunda dalam Istilah Ilmiah

Selain peta, Budi juga mengkritik penerjemahan istilah ilmiah. Contoh seperti Panthera tigris sundaicus (Harimau Jawa) dan Rhinoceros sundaicus (Badak Jawa) memperlihatkan bahwa istilah “Sunda” tergeser menjadi “Jawa”.

“Apakah ini kesalahan terjemahan atau memang disengaja?” tanya Budi, sambil mengajak generasi muda menggali kembali sejarah peradaban Sunda.

Refleksi Sejarah dan Identitas

Budi, yang kini menjabat sebagai Dekan Fakultas Seni Universitas Pasundan, menilai pentingnya menghidupkan kembali narasi besar peradaban Sunda. Ia mengingatkan bahwa Sunda bukan sekadar etnis di Jawa Barat, melainkan bagian penting dari sejarah Nusantara.

Baca Juga :  SILATURAHIM SUPERSEMAR LAW FIRM DAN NEWS KE BAKAMLA RI, PERKUAT KOMUNIKASI DAN SINERGI ANTARLEMBAGA

Sebagai penutup, Budi menyindir, “Orang Bugis ada Sulawesi, orang Batak ada Sumatera, orang Sunda? Pulau Sunda sudah tenggelam.”

SupersemarNewsTeam
SanggaBuana

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kecelakaan di Simpang Pelita-Suprapto Sampit, Yamaha Lexi Rusak Parah Usai Terseret Truk CPO
Prajurit Korps Marinir Gempur Pantai Banongan dalam Operasi Amfibi Keris Woomera 2026
Marinir Indonesia Bekali Prajurit Australia Teknik Bertahan Hidup di Hutan
Dampak Ekonomi MotoGP Mandalika 2026 Capai Rp 5,2 Triliun, Naik 4,8 Persen
Perkuat Struktur Komando, KSAD Pimpin Sertijab 5 Pangdam dan Alih Kodal 6 Korem
PSYCHIC FEVER dan Album DIFFERENT: 10 Lagu, Satu Identitas
KPK Tetapkan Adik Eks Kepala BNPB Tersangka Main Proyek Dana Bencana
Erick Thohir Dorong Car Free Day Hadir di Seluruh Daerah
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:45 WIB

Kecelakaan di Simpang Pelita-Suprapto Sampit, Yamaha Lexi Rusak Parah Usai Terseret Truk CPO

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:43 WIB

Prajurit Korps Marinir Gempur Pantai Banongan dalam Operasi Amfibi Keris Woomera 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:40 WIB

Marinir Indonesia Bekali Prajurit Australia Teknik Bertahan Hidup di Hutan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:36 WIB

Dampak Ekonomi MotoGP Mandalika 2026 Capai Rp 5,2 Triliun, Naik 4,8 Persen

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:33 WIB

Perkuat Struktur Komando, KSAD Pimpin Sertijab 5 Pangdam dan Alih Kodal 6 Korem

Berita Terbaru