Sampit ,Supersemar news- Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah Mariani menyoroti dugaan penyaluran Beasiswa Gerbang Mentaya dari pemerintah daerah yang tidak tepat sasaran, pasalnya beasiswa itu diduga juga dinikmati oleh warga dari luar Kotim.

“Saya mendengar ada beasiswa yang bukan orang Kotim menerimanya, saya kurang paham kenapa bisa begitu dan bagaimana seleksinya.

Saya harap ini menjadi perhatian pemerintah daerah,” kata Mariani di Sampit, Selasa.

Beasiswa Gerbang Mentaya merupakan program yang dijalankan Pemkab Kotim guna membantu meringankan biaya pendidikan serta mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kotim. Program ini dibuka khusus bagi warga Kotim.

Belum lama ini DPRD Kotim menerima audiensi dari Ikatan Pelajar Mahasiswa Kotim (IPMK) Palangka Raya yang menyampaikan sejumlah aspirasi, salah satunya terkait penyaluran beasiswa yang kurang tepat sasaran.

Hal ini pun menjadi perhatian dari Mariani yang pada periode sebelumnya menjabat sebagai Ketua Komisi III DPRD Kotim yang salah satu fokusnya adalah sektor pendidikan.

Kader Partai Golongan Karya (Golkar) ini pun menegaskan penyaluran beasiswa tersebut harus tepat sasaran. Program itu ditujukan bagi warga Kotim, terlebih mengingat kuota penerima beasiswa yang terbatas.

“Bukan berarti kita ingin membeda-bedakan mahasiswa dari luar, tapi kita harus ingat kondisi keuangan daerah. Kalau uang kita banyak, tidak masalah siapa yang mau kuliah di sini tapi utamakanlah putra-putri daerah kita karena masih banyak yang tidak menerima beasiswa,” tuturnya.

Anggota DPRD Kotim tertua itu juga menyinggung terkait data penerima Beasiswa Gerbang Mentaya yang tidak disampaikan ke pihaknya. Menurutnya, DPRD Kotim juga perlu diberitahu terkait data penerima program beasiswa maupun bantuan dari pemerintah daerah agar bisa menjalankan fungsi pengawasan dengan optimal.

“Dalam rapat beberapa waktu lalu disampaikan bahwa sudah ada ratusan orang yang menerima beasiswa, kami belum mendapatkan data itu. Sebenarnya kami sebagai pengawas juga perlu data itu untuk bahan diskusi kami,” ucapnya.

Antara : antara com
Editor//Jokosw