K9 dan teknologi jadi andalan INASAR cari korban gempa Myanmar

- Jurnalis

Sabtu, 5 April 2025 - 20:25 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Jakarta – Kombinasi anjing pelacak (K9) dan teknologi kamera beresolusi tinggi menjadi andalan bagi Tim Indonesia Search and Rescue (INASAR) dalam operasi pencarian – pertolongan korban gempa bumi di Naypyidaw, Myanmar.

Chief of Operation Tim INASAR, Asnawi Suroso dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu, mengatakan bahwa operasi SAR masih dilangsungkan sampai hari kelima ini di area runtuhan bangunan pada kawasan Thukka Theiddhi Ward, Naypyidaw.

Baca juga: USAR Indonesia kembali temukan dua jasad korban gempa di Myanmar

Dalam operasi tersebut, tim INASAR bergabung dengan tim Urban SAR dari Singapura, Myanmar, Vietnam, dan Filipina. Masing-masing tim sudah memiliki zona pencarian sendiri, dan tim INASAR diberikan kepercayaan pada titik lokasi pencarian keempat di Jade Hotel.

Asnawi menjelaskan bahwa tim INASAR menerjunkan regu Alfa dan Charlie, termasuk regu medis profesional, dan bersama regu anjing pelacak K9 Polri yang menjadi andalan dalam misi kemanusiaan itu.

Skema yang diterapkan tim, kata dia, mereka membuat inspection hole untuk memeriksa keberadaan korban dengan melakukan asesmen menggunakan K9. Selanjutnya, asesmen dilakukan dengan menggunakan kamera pencarian (search cam)

“Tim INASAR kurang lebih membuat 15 inspection hole, selanjutnya dilakukan asesmen menggunakan K9 dan search cam. Namun, hasil visual dari search cam, K9 maupun bau menyengat yang diduga keberadaan korban masih nihil,” kata dia.

Dia melaporkan bahwa meski berasal dari regu berbeda, solidaritas antar-petugas terjalin dengan baik.

Baca juga: Tim K9 Polri temukan korban gempa dalam operasi SAR di Myanmar

Bersama dengan Tim USAR Singapura, Tim INASAR join operation kemarin (Jumat, 4/4) mencoba mengevakuasi korban yang sudah terlihat sebagian tubuhnya. Namun, sampai sore hari korban tersebut masih belum bisa dievakuasi, karena korban tertimpa kolom bangunan dengan struktur bangunan yang tidak stabil.

“Dengan mempertimbangkan keselamatan seluruh anggota tim USAR, seluruh tim leader menyepakati untuk melanjutkan kembali proses evakuasi hari ini,” kata Asnawi.

(Antara)( SupersemarNewsTeam)

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Keracunan MBG Berulang, Prabowo Didesak Evaluasi
PFI Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau
5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, SAR Perluas Pencarian!
Speedboat Hilang di Selat Sunda, 7 Jurnalis Dalam Pencarian
Maxim Bagikan 1.000 Masker, Ahmad Sofian Peduli Kabut Asap
Api Berhenti di Batas Sawit, Kebetulan atau Pola?
Emma Rivilla Soroti Kabut Asap Kalsel dan Anggaran Dinas
Ketum HIPMAPI TAUBAT H.M. Gunther Gemparalam bersama jajaran DPP membentuk SATGAS dan sekaligus mengukuhkan Dr. Sumitro Tenggara S. H., Sebagai Dan Satgas Pokja DAS
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 17:26 WIB

Dugaan Keracunan MBG Berulang, Prabowo Didesak Evaluasi

Jumat, 11 September 2026 - 16:04 WIB

PFI Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 14:09 WIB

5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, SAR Perluas Pencarian!

Selasa, 8 September 2026 - 12:01 WIB

Speedboat Hilang di Selat Sunda, 7 Jurnalis Dalam Pencarian

Jumat, 4 September 2026 - 09:26 WIB

Maxim Bagikan 1.000 Masker, Ahmad Sofian Peduli Kabut Asap

Berita Terbaru

Berita utama

Kapolri ungkap 243 orang dan 13 korporasi jadi tersangka karhutla

Sabtu, 24 Okt 2026 - 10:09 WIB

Berita utama

Kemegahan Masjid Apung Ancol, Salat dengan View Laut

Sabtu, 24 Okt 2026 - 09:58 WIB