Ketua Kawan Stroke Indonesia (KaSI), Maria Rosa, berjabat tangan dengan Staf Walikota Jakarta Selatan sebagai simbol dukungan program kerja bagi penyintas stroke.

SUPERSEMAR NEWS – Jakarta – Audiensi tentang program kerja Kawan Stroke Indonesia (KaSI) diterima dengan baik oleh Staf Walikota Jakarta Selatan. Diharapkan adanya kerja sama dari pemerintah, seperti dukungan pelatihan bagi kaum disabilitas agar bisa diterima kembali di masyarakat.

Selain itu, KaSI juga berupaya memberikan edukasi, tidak hanya kepada kaum disabilitas penyintas stroke, tetapi juga kepada masyarakat umum agar lebih waspada karena stroke bisa terjadi kapan saja.

Pengurus Kawan Stroke Indonesia (KaSI) berfoto bersama Staf Walikota Jakarta Selatan usai audiensi program kerja, sebagai wujud sinergi mendukung penyintas stroke.

Ketua Kawan Stroke Indonesia (KaSI), Maria Rosa, mengatakan bahwa masyarakat yang terkena stroke memiliki dampak besar terhadap perekonomian, kesehatan fisik, maupun mentalnya. Tidak sedikit orang yang terkena stroke merasa putus asa dan merasa ditinggalkan keluarganya, bahkan ironisnya ada yang dibuang begitu saja.

“Kondisi tersebut sangat tidak setuju. Tidak bisa apa-apa bukan berarti harus ditinggalkan karena pasti ada sisi positif yang bisa kita angkat. Oleh karena itu, mari kita beri semangat, kita coba isi dengan harapan untuk masa depan,” ujar Maria, Senin (25/8/2025), di Jakarta Selatan.

Pengurus Kawan Stroke Indonesia (KaSI) bersama jajaran Staf Walikota Jakarta Selatan berfoto usai audiensi, meneguhkan komitmen dukungan bagi penyintas stroke.

Dengan memberikan semangat dan latihan, kata Maria, hari ini mungkin tidak bisa bergerak tetapi besok bisa saja bergerak. Sebagai bagian dari keluarga, stroke bukan berarti hilang harapan, justru harus menjadi alasan untuk memberi semangat.

“Dengan kita memberikan perhatian, semangat, dan menjadi penopang bagi penyintas stroke, bukan tidak mungkin Tuhan akan memberikan berkah buat kita sendiri dan rejeki berlipat karena telah merawatnya,” ungkap Maria.

Ia berharap agar masyarakat, khususnya keluarga penyintas stroke, tidak membuat paradigma negatif melainkan harus memberikan dukungan moral.

“Intinya kita harus memberikan motivasi dan semangat agar penyintas stroke bisa kembali bangkit menatap hari esok,” pungkasnya.

SupersemarNewsTeam
Reporter: R/Rifay Marzuki