Kasus TBC di Kabupaten Bogor Tembus 9.610 Jiwa pada 2025

- Jurnalis

Senin, 23 Juni 2025 - 18:16 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Bogor, Adang Mulyana, saat menjelaskan upaya skrining dan intervensi masif untuk menekan penyebaran TBC di Kabupaten Bogor.

SUPERSEMAR NEWS BOGOR — Penyakit Tuberkulosis (TBC) masih menjadi ancaman serius di Kabupaten Bogor. Hingga Mei 2025, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor mencatat 9.610 warga positif TBC.

Jumlah Penderita Naik Drastis

Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes, Adang Mulyana, jumlah tersebut terdiri dari 5.359 laki-laki dan 4.251 perempuan. Sebagai perbandingan, pada 2024 total kasus mencapai 27.778 orang.

Baca Juga :  Forkopimko Jakarta Barat Menyapa Warga Tambora, Perkuat Sinergi Wujudkan Lingkungan Aman dan Nyaman

Penyebab dan Gejala TBC

Adang menjelaskan, penyebab utama TBC adalah bakteri Mycobacterium tuberculosis. Faktor pendukungnya antara lain udara kotor dan asap rokok.

“Jika lingkungan bebas kuman, risiko TBC turun,” tegasnya. Ia mengingatkan gejala TBC yang harus diwaspadai seperti batuk lebih dari dua pekan, kehilangan nafsu makan, demam tinggi, suhu naik turun, serta keringat malam.

Upaya Skrining Massal

Untuk menekan penyebaran, Dinkes Bogor kini gencar melakukan skrining TBC, baik kepada penderita maupun keluarganya. Skrining dilakukan di fasilitas umum, sekolah, dan lembaga pemasyarakatan.

Baca Juga :  Suyudi Ario Seto Disetujui DPR Jadi Kapolri, Ini Harapan Supersemar News

“Yang sakit diobati, keluarganya juga. Tujuannya memutus rantai penularan,” ungkap Adang.

Ajak Warga Terapkan PHBS

Lebih lanjut, Adang mengajak warga menjaga Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) untuk meningkatkan daya tahan tubuh. “Perhatikan ventilasi, paparan sinar matahari, konsumsi makanan bergizi, serta gunakan masker saat batuk,” jelasnya.

Butuh Kolaborasi Semua Pihak

Penanganan TBC, lanjut Adang, memerlukan kerja sama berbagai pihak. Targetnya, pada 2030, Kabupaten Bogor bebas TBC.

SupersemarNewsTeam
SanggaBuana

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kodam XXIX/Mambruk Resmi Berdiri di Nabire, Perkuat Pertanahan dan Pengabdian TNI AD di Papua Tengah
Kecelakaan di Simpang Pelita-Suprapto Sampit, Yamaha Lexi Rusak Parah Usai Terseret Truk CPO
Prajurit Korps Marinir Gempur Pantai Banongan dalam Operasi Amfibi Keris Woomera 2026
Marinir Indonesia Bekali Prajurit Australia Teknik Bertahan Hidup di Hutan
Dampak Ekonomi MotoGP Mandalika 2026 Capai Rp 5,2 Triliun, Naik 4,8 Persen
Perkuat Struktur Komando, KSAD Pimpin Sertijab 5 Pangdam dan Alih Kodal 6 Korem
PSYCHIC FEVER dan Album DIFFERENT: 10 Lagu, Satu Identitas
KPK Tetapkan Adik Eks Kepala BNPB Tersangka Main Proyek Dana Bencana
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:46 WIB

Kodam XXIX/Mambruk Resmi Berdiri di Nabire, Perkuat Pertanahan dan Pengabdian TNI AD di Papua Tengah

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:45 WIB

Kecelakaan di Simpang Pelita-Suprapto Sampit, Yamaha Lexi Rusak Parah Usai Terseret Truk CPO

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:43 WIB

Prajurit Korps Marinir Gempur Pantai Banongan dalam Operasi Amfibi Keris Woomera 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:40 WIB

Marinir Indonesia Bekali Prajurit Australia Teknik Bertahan Hidup di Hutan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:36 WIB

Dampak Ekonomi MotoGP Mandalika 2026 Capai Rp 5,2 Triliun, Naik 4,8 Persen

Berita Terbaru