
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Bogor, Adang Mulyana, saat menjelaskan upaya skrining dan intervensi masif untuk menekan penyebaran TBC di Kabupaten Bogor.
SUPERSEMAR NEWS BOGOR — Penyakit Tuberkulosis (TBC) masih menjadi ancaman serius di Kabupaten Bogor. Hingga Mei 2025, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor mencatat 9.610 warga positif TBC.
Jumlah Penderita Naik Drastis
Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes, Adang Mulyana, jumlah tersebut terdiri dari 5.359 laki-laki dan 4.251 perempuan. Sebagai perbandingan, pada 2024 total kasus mencapai 27.778 orang.
Penyebab dan Gejala TBC
Adang menjelaskan, penyebab utama TBC adalah bakteri Mycobacterium tuberculosis. Faktor pendukungnya antara lain udara kotor dan asap rokok.
“Jika lingkungan bebas kuman, risiko TBC turun,” tegasnya. Ia mengingatkan gejala TBC yang harus diwaspadai seperti batuk lebih dari dua pekan, kehilangan nafsu makan, demam tinggi, suhu naik turun, serta keringat malam.
Upaya Skrining Massal
Untuk menekan penyebaran, Dinkes Bogor kini gencar melakukan skrining TBC, baik kepada penderita maupun keluarganya. Skrining dilakukan di fasilitas umum, sekolah, dan lembaga pemasyarakatan.
“Yang sakit diobati, keluarganya juga. Tujuannya memutus rantai penularan,” ungkap Adang.
Ajak Warga Terapkan PHBS
Lebih lanjut, Adang mengajak warga menjaga Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) untuk meningkatkan daya tahan tubuh. “Perhatikan ventilasi, paparan sinar matahari, konsumsi makanan bergizi, serta gunakan masker saat batuk,” jelasnya.
Butuh Kolaborasi Semua Pihak
Penanganan TBC, lanjut Adang, memerlukan kerja sama berbagai pihak. Targetnya, pada 2030, Kabupaten Bogor bebas TBC.
SupersemarNewsTeam
SanggaBuana
