Kemenkes: Kasus TB HIV 2024 naik jadi 17.136

- Jurnalis

Jumat, 24 Januari 2025 - 21:36 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Jakarta – Kementerian Kesehatan mengatakan, per 2 Januari 2025, terdapat 17.136 kasus TB HIV pada 2024, dan pihaknya melakukan sejumlah upaya guna eliminasi TB ini, antara lain skrining penyakit yang diintegrasikan dengan pemeriksaan kesehatan gratis (PKG).

Angka tersebut naik dari data sebelumnya dari Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) tahun 2022, yakni sekitar 15.375 kasus TB HIV.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Ina Agustina Isturini dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat, mengatakan bahwa langkah khusus dalam menanganinya dengan melakukan skrining TBC pada semua ODHIV sehingga bisa menemukan kasus TBC secara dini pada ODHIV dan segera diberikan pengobatan.

“Selain itu juga melakukan tes HIV pada pasien TBC,” katanya.

Pada ODHIV yang terkonfirmasi TB, ujarnya, selain pengobatan TBC dilakukan pemberian antiretroviral (ARV). Adapun ARV diberikan pada semua orang yang terdiagnosis HIV tanpa memandang stadium klinis dan nilai CD4.

Baca Juga :  Kebakaran Ruko Bogor Hanguskan 3 Ruko, Diduga Korsleting!

Dia mengingatkan bahwa ARV harus diberikan pada hari yang sama atau selambat-lambatnya pada hari ke-7. Pada pasien TBC yang baru terdiagnosis HIV, katanya, ARV diberikan sesegera mungkin dalam 2 pekan pertama.

“Pada ODHIV yang tidak sakit TBC, maka diberikan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT),” kata dia menambahkan.

Ina menyebutkan bahwa ODHIV adalah salah satu kelompok yang rentan terkena TB.

Kelompok lainnya, anak-anak, perokok, lansia, orang dengan sistem imun rendah, dan orang yang kontak langsung dengan pasien TB.

Dia mengingatkan bahwa TB merupakan penyakit menular yang dapat menyebar bila tidak segera ditemukan dan diobati. Penyakit itu dapat disembuhkan, katanya, selama penyandangnya menjalani pengobatan sesuai petunjuk tenaga medis.

Baca Juga :  Kebakaran Ruko Bogor Hanguskan 3 Ruko, Diduga Korsleting!

“Pengobatannya membutuhkan waktu 6 bulan hingga lebih dari setahun, sehingga dukungan dari masyarakat akan sangat dibutuhkan bagi keberhasilan pengobatan pasien TBC,” ujar dia menambahkan.

Dia menyebutkan, per awal Januari 2025, notifikasi kasus TB pada 2024 sekitar 860 ribu dari estimasi 1.092.000 kasus. Sedangkan pada 2023, katanya, notifikasi sebanyak 820 ribu dari estimasi kasus TB 1.060.000.

“Terjadi peningkatan proporsi penemuan kasus dan pengobatan dari tahun ke tahun. Hal ini merupakan sinyal baik, bahwa orang-orang yang sakit dapat ditemukan sehingga bisa diobati dan mencegah penularan lebih lanjut,” katanya.

Meski demikian, angka tersebut belum mencapai target yang ditetapkan, sehingga dibutuhkan sejumlah terobosan dan strategi percepatan, termasuk salah satunya mengintegrasikan skrining TB ke dalam salah satu penyakit yang diskrining dalam Pemeriksaan Kesehatan Gratis.*

(Antara)(SupersemarNewsTeam)

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kebakaran Ruko Bogor Hanguskan 3 Ruko, Diduga Korsleting!
Dugaan Keracunan MBG Berulang, Prabowo Didesak Evaluasi
PFI Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau
5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, SAR Perluas Pencarian!
Speedboat Hilang di Selat Sunda, 7 Jurnalis Dalam Pencarian
Maxim Bagikan 1.000 Masker, Ahmad Sofian Peduli Kabut Asap
Api Berhenti di Batas Sawit, Kebetulan atau Pola?
Emma Rivilla Soroti Kabut Asap Kalsel dan Anggaran Dinas
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:41 WIB

Kebakaran Ruko Bogor Hanguskan 3 Ruko, Diduga Korsleting!

Jumat, 11 September 2026 - 17:26 WIB

Dugaan Keracunan MBG Berulang, Prabowo Didesak Evaluasi

Jumat, 11 September 2026 - 16:04 WIB

PFI Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 14:09 WIB

5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, SAR Perluas Pencarian!

Selasa, 8 September 2026 - 12:01 WIB

Speedboat Hilang di Selat Sunda, 7 Jurnalis Dalam Pencarian

Berita Terbaru

Berita

Kebakaran Ruko Bogor Hanguskan 3 Ruko, Diduga Korsleting!

Minggu, 25 Okt 2026 - 21:41 WIB

Berita utama

Dua Pencuri Perangkat Tower Telkomsel di Kotim Diringkus Polisi

Minggu, 25 Okt 2026 - 13:11 WIB

Berita utama

Tak Kenal Waktu, Relawan HKT Gempur Karhutla di Palangka Raya

Minggu, 25 Okt 2026 - 13:08 WIB