
SUPERSEMAR NEWS – Jakarta – Kiai Sepuh NU Akan Gelar Pertemuan di Lirboyo
Dalam respons atas dinamika internal yang belakangan mengemuka, Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), mengungkap bahwa para kiai sepuh akan segera menggelar musyawarah akbar di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, untuk membahas polemik yang tengah terjadi di internal NU.
Latar Belakang
Polemik muncul setelah tersebarnya risalah Rapat Harian Syuriyah PBNU pada 20 November 2025 di Hotel Aston City Jakarta, yang memuat usulan agar Gus Yahya mundur dari jabatan Ketum PBNU. Rapat tersebut dihadiri 37 dari 53 anggota Syuriyah dan ditandatangani oleh Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar.
Sebagai tanggapan, pada 23 November malam di kantor PBNU, sekitar 60 kiai hadir dalam silaturahim yang digagas PBNU. Dalam pertemuan ini disepakati bahwa kepengurusan PBNU akan tetap berjalan hingga satu periode penuh dan tidak ada pemakzulan ataupun pengunduran diri.
Pemanggilan Kiai Sepuh
Gus Yahya menyebut ada “otoritas-otoritas moral lebih kuat” di kalangan kiai sepuh NU, seperti Nurul Huda Djazuli, Anwar Manshur, dan Abuya Muhtadi Dimyati, yang akan menjadi mitra dalam upaya rekonsiliasi.
Tempat pertemuan sudah disepakati yaitu di Pondok Pesantren Lirboyo, namun waktu pelaksanaannya belum ditentukan karena masih menunggu koordinasi antar-kiai.
Infografis Kronologi Polemik PBNU
| Tanggal | Kegiatan / Peristiwa | Lokasi / Catatan |
|---|---|---|
| 20 Nov 2025 | Rapat Harian Syuriyah PBNU membahas usulan pengunduran diri Gus Yahya | Hotel Aston City Jakarta; 37 dari 53 pengurus hadir; risalah ditandatangani Rais Aam KH Miftachul Akhyar |
| 23 Nov 2025 | Silaturahim alim ulama PBNU; sepakat kepengurusan berjalan hingga satu periode | Gedung PBNU Jakarta; Katib Aam PBNU Ahmad Said Asrori menegaskan tidak ada pemakzulan |
| Akan Datang (Belum Tetap) | Pertemuan para kiai sepuh untuk membahas polemik internal PBNU | Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; waktu menunggu koordinasi antar-kiai sepuh |
Profil Kiai Sepuh NU yang Akan Menghadiri Pertemuan Lirboyo
Kiai Nurul Huda Djazuli
- Lokasi: Pelosok Jawa Timur
- Peran: Otoritas moral signifikan di pesantren tradisional NU
- Fokus: Musyawarah dan moderasi internal organisasi
Kiai Anwar Manshur
- Lokasi: Lirboyo, Kediri
- Peran: Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo; mediator sentral NU Jawa Timur
- Fokus: Menjaga keselarasan kepengurusan PBNU
Abuya Muhtadi Dimyati
- Lokasi: Banten
- Peran: Tokoh ulama senior dihormati di wilayah barat Indonesia
- Fokus: Penguatan syariat, tradisi NU, dan stabilitas organisasi
Lain-lain
Beberapa kiai sepuh lain dari berbagai daerah untuk memastikan representasi seluruh Nusantara.
Tujuan & Implikasi
Diketahui bahwa muktamar PBNU berikutnya dijadwalkan sekitar satu tahun mendatang. Pertemuan di Lirboyo memiliki dua fungsi utama:
- Meredam polemik internal PBNU.
- Memperkuat mekanisme organisasi agar kembali pada AD/ART dan nilai organisasi NU.
Katib Aam PBNU, Ahmad Said Asrori, menegaskan:
“Semua sepakat, tidak ada pemakzulan, tidak ada pengunduran diri. Kepengurusan harus sampai satu periode.”
Risiko & Tantangan
- Jadwal pertemuan belum pasti, berpotensi memunculkan spekulasi.
- Transparansi dan keterlibatan seluruh lapisan NU dari ranting hingga cabang penting agar hasilnya riil dan bukan sekadar simbolis.
Langkah Selanjutnya
Para kiai sepuh diharapkan segera menetapkan tanggal pelaksanaan dan agenda pasti. PBNU akan memantau agar partisipasi dan hasil pertemuan efektif, menjaga keutuhan dan marwah organisasi.***(SB)
SupersemarNewsTeam
