Kiai Sepuh NU Berkumpul di Lirboyo Tuntaskan Polemik PBNU

- Jurnalis

Senin, 24 November 2025 - 17:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Dalam suasana konferensi pers yang dijaga ketat barisan Banser NU, para pimpinan duduk berjajar di depan mikrofon untuk menegaskan sikap organisasi dan meredam polemik yang berkembang di internal PBNU.

SUPERSEMAR NEWS – Jakarta – Kiai Sepuh NU Akan Gelar Pertemuan di Lirboyo

Dalam respons atas dinamika internal yang belakangan mengemuka, Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), mengungkap bahwa para kiai sepuh akan segera menggelar musyawarah akbar di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, untuk membahas polemik yang tengah terjadi di internal NU.

Latar Belakang

Polemik muncul setelah tersebarnya risalah Rapat Harian Syuriyah PBNU pada 20 November 2025 di Hotel Aston City Jakarta, yang memuat usulan agar Gus Yahya mundur dari jabatan Ketum PBNU. Rapat tersebut dihadiri 37 dari 53 anggota Syuriyah dan ditandatangani oleh Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar.

Baca Juga :  Golkar Benarkan Bahlil Tak Nyapres 2029: Mau Maju Caleg dari Papua

Sebagai tanggapan, pada 23 November malam di kantor PBNU, sekitar 60 kiai hadir dalam silaturahim yang digagas PBNU. Dalam pertemuan ini disepakati bahwa kepengurusan PBNU akan tetap berjalan hingga satu periode penuh dan tidak ada pemakzulan ataupun pengunduran diri.

Pemanggilan Kiai Sepuh

Gus Yahya menyebut ada “otoritas-otoritas moral lebih kuat” di kalangan kiai sepuh NU, seperti Nurul Huda Djazuli, Anwar Manshur, dan Abuya Muhtadi Dimyati, yang akan menjadi mitra dalam upaya rekonsiliasi.

Tempat pertemuan sudah disepakati yaitu di Pondok Pesantren Lirboyo, namun waktu pelaksanaannya belum ditentukan karena masih menunggu koordinasi antar-kiai.

Infografis Kronologi Polemik PBNU

TanggalKegiatan / PeristiwaLokasi / Catatan
20 Nov 2025Rapat Harian Syuriyah PBNU membahas usulan pengunduran diri Gus YahyaHotel Aston City Jakarta; 37 dari 53 pengurus hadir; risalah ditandatangani Rais Aam KH Miftachul Akhyar
23 Nov 2025Silaturahim alim ulama PBNU; sepakat kepengurusan berjalan hingga satu periodeGedung PBNU Jakarta; Katib Aam PBNU Ahmad Said Asrori menegaskan tidak ada pemakzulan
Akan Datang (Belum Tetap)Pertemuan para kiai sepuh untuk membahas polemik internal PBNUPondok Pesantren Lirboyo, Kediri; waktu menunggu koordinasi antar-kiai sepuh

Profil Kiai Sepuh NU yang Akan Menghadiri Pertemuan Lirboyo

Kiai Nurul Huda Djazuli

  • Lokasi: Pelosok Jawa Timur
  • Peran: Otoritas moral signifikan di pesantren tradisional NU
  • Fokus: Musyawarah dan moderasi internal organisasi
Baca Juga :  Karokorwas PPNS Bareskrim Kunjungi Ditjen Gakkum Kementerian ESDM

Kiai Anwar Manshur

  • Lokasi: Lirboyo, Kediri
  • Peran: Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo; mediator sentral NU Jawa Timur
  • Fokus: Menjaga keselarasan kepengurusan PBNU

Abuya Muhtadi Dimyati

  • Lokasi: Banten
  • Peran: Tokoh ulama senior dihormati di wilayah barat Indonesia
  • Fokus: Penguatan syariat, tradisi NU, dan stabilitas organisasi

Lain-lain
Beberapa kiai sepuh lain dari berbagai daerah untuk memastikan representasi seluruh Nusantara.

Tujuan & Implikasi

Diketahui bahwa muktamar PBNU berikutnya dijadwalkan sekitar satu tahun mendatang. Pertemuan di Lirboyo memiliki dua fungsi utama:

  1. Meredam polemik internal PBNU.
  2. Memperkuat mekanisme organisasi agar kembali pada AD/ART dan nilai organisasi NU.

Katib Aam PBNU, Ahmad Said Asrori, menegaskan:

“Semua sepakat, tidak ada pemakzulan, tidak ada pengunduran diri. Kepengurusan harus sampai satu periode.”

Risiko & Tantangan

  • Jadwal pertemuan belum pasti, berpotensi memunculkan spekulasi.
  • Transparansi dan keterlibatan seluruh lapisan NU dari ranting hingga cabang penting agar hasilnya riil dan bukan sekadar simbolis.

Langkah Selanjutnya

Para kiai sepuh diharapkan segera menetapkan tanggal pelaksanaan dan agenda pasti. PBNU akan memantau agar partisipasi dan hasil pertemuan efektif, menjaga keutuhan dan marwah organisasi.***(SB)

SupersemarNewsTeam

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolres Jakbar Jadi Khatib Salat Jumat Keliling, Perkuat Kedekatan Polri dengan Masyarakat
Putusan MK “Identitas Etnis dan Budaya Dayak”, Gubernur dan DPRD Kalteng Dorong Peran Kelembagaan
Satresnarkoba Polres Kotim Amankan Pria Pekerja Buruh Lepas di Ketapang Diduga Budak Sabu
Program “Polisi Peduli Pengangguran” di Banjarmasin, Wujudkan Kesejahteraan Masyarakat
Coba Kabur Lewat Jendela Lantai 2, Diduga Pengedar Sabu di Kotim Diciduk Polisi
Pangdam dan Menhut Terjun: Bongkar Kendala Pemadaman Karhutla di Taman Tanjung Puting
KRKT Kritik Penanganan Karhutla di Kalteng, Desak Transparan Anggaran
Narkoba! Sidokkes Kepolisian Lakukan Pemeriksaan Urine di Kampung Puntun
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Kapolres Jakbar Jadi Khatib Salat Jumat Keliling, Perkuat Kedekatan Polri dengan Masyarakat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:35 WIB

Putusan MK “Identitas Etnis dan Budaya Dayak”, Gubernur dan DPRD Kalteng Dorong Peran Kelembagaan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:34 WIB

Satresnarkoba Polres Kotim Amankan Pria Pekerja Buruh Lepas di Ketapang Diduga Budak Sabu

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:32 WIB

Program “Polisi Peduli Pengangguran” di Banjarmasin, Wujudkan Kesejahteraan Masyarakat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:30 WIB

Coba Kabur Lewat Jendela Lantai 2, Diduga Pengedar Sabu di Kotim Diciduk Polisi

Berita Terbaru