Jakarta – Jannik Sinner praktis akan memasuki musim 2025 dengan sasaran tembak melekat di dadanya, setelah berhasil membukukan lebih banyak gelar ketimbang menderita kekalahan sepanjang 2024, serta menjadi petenis Italia pertama sepanjang sejarah yang memuncaki peringkat ATP.
Musim lalu Sinner meraih delapan gelar dan hanya enam kali kalah dalam turnamen yang ia ikuti. Petenis berusia 23 tahun itu tentu bersemangat menjaga momentum 14 kemenangan beruntun sejak awal Oktober.
Catatan ATP Tour menunjukkan bahwa Sinner akan memiliki 2.500 poin untuk dipertahankan dalam dua bulan pertama musim 2025, dengan tujuan mengangkat trofi Australian Open dan gelar Rotterdam dua tahun beruntun.
Setelah mengklaim gelar ATP Finals untuk pertama kalinya dan finis sebagai No.1 ATP Akhir Tahun, petenis Italia itu memiliki banyak bekal kepercayaan diri menuju musim 2025.
Sementara itu, Novak Djokovic sudah tidak asing lagi dengan kesuksesan mencetak sejarah. Pria Serbia itu bertekad untuk menjadi petenis ketiga di Era Open yang mengklaim gelar tingkat tur ke-100 setelah Jummy Connors dengan 109 dan Roger Federer (103).
Namun, Djokovic hanya satu kali meraih gelar pada 2024, hasil kurang baik menurut standarnya yang tinggi. Meski begitu, itu adalah kemenangan penting baginya di Olimpiade Paris.
Terbaru, petenis berusia 38 tahun itu memasukkan mantan rivalnya Andy Murray dalam lapisan tim kepelatihannya sebagai upaya untuk kembali ke puncak.
Djokovic akan memulai musimnya di Brisbane sebelum kembali ke Melbourne Park, tempat ia mengantongi rekor 10 gelar.
Baca juga: Sinner emosional saat terima penghargaan No.1 ATP akhir tahun
Catatan bersejarah juga berpotensi ditorehkan Carlos Alcaraz. Keputusan Rafael Nadal untuk mengakhiri karier profesional pada final Piala Davis, membuka ruang untuk banyak kejutan baru, tak terkecuali dari Alcaraz yang digadang-gadang menjadi penerima tongkat estafet pembawa panji kejayaan Spanyol di panggung tenis.
Jika Alcaraz bisa mengangkat trofi Australian Open pertamanya, ia akan masuk dalam klub eksklusif Career Grand Slam, yakni petenis yang berhasil meraih empat gelar turnamen major tenis.
Bila sukses melakukannya, Alcaraz bakal menjadi petenis Spanyol kedua setelah Nadal di klub eksklusif itu. Alcaraz berpeluang untuk masuk dalam Career Grand Slam tunggal putra yang saat ini berisikan nama-nama legendaris yakni Fred Perry, Don Budge, Rod Laver, Roy Emerson, Andre Agassi, Roger Federer, Rafael Nadal, dan Novak Djokovic.
Berada di peringkat tiga dunia dalam peringkat ATP, petenis berusia 21 tahun itu menargetkan untuk kembali ke puncak. Ia juga mengincar tiga kemenangan beruntun di Indian Wells dan juga di Wimbledon pada 2025.
Musim 2025 bisa jadi akan memupuk bibit rivalitas dua talenta muda tenis putra terbaik dunia antara Alcaraz dan Sinner, yang sejauh ini telah banyak menghadirkan pertarungan mendebarkan.
Sepanjang 2024, Alcaraz menyapu bersih tiga pertemuan kontra Sinner, mengambil alih keunggulan catatan head to head di antara keduanya menjadi 6-4.
Keduanya berbagi empat gelar turnamen major musim ini, dengan Alcaraz melengkapi gelar ganda Roland Garros dan Wimbledon. Alcaraz menjadi petenis keenam di Era Open yang berhasil mencapai prestasi tersebut, bergabung dengan Rod Laver, Bjorn Borg, Rafael Nadal, Roger Federer, dan Novak Djokovic.
Dengan tiga kali finis tiga besar berturut-turut di akhir tahun, Alcaraz akan memulai tahun 2025 dengan siap bersaing untuk meraih gelar-gelar turnamen major.

Top 10 bersinar
Menyoal Grand Slam, tiga dari penghuni 10 bintang teratas saat ini Alexander Zverev, Taylor Fritz, dan Casper Ruud masing-masing hanya berjarak satu kemenangan untuk merebut gelar major.
Melangkah ke musim baru, kesempatan untuk mengubah kekalahan yang hampir menjadi gelar terbuka lebar. Ruud mencapai tiga final major, sementara Zverev dua kali menjadi runner up. Fritz merupakan finalis di Slam kandanganya sendiri pada 2024.
Zverev, petenis No.2 dalam peringkat ATP, meraih 69 kemenangan pertandingan tingkat tur terbaik sepanjang kariernya pada 2024 — kedua terbanyak di belakang Sinner.
Petenis Jerman itu mengangkat trofi di ajang ATP Masters 1000 di Roma dan Paris, menandai kemenangan terbesarnya sejak cedera pergelangan kaki parah pada 2022.
Dua penampilan Zverev sebelumnya di final Grand Slam (US Open 2020, Roland Garros 2024) keduanya berakhir dengan kekalahan lima set yang sulit.
Petenis peringkat lima dunia Daniil Medvedev mencapai dua final pada 2024 (Australian Open, Indian Wells), dan kini ingin melangkah lebih jauh untuk kembali meninggalkan turnamen sebagai juara.
Medvedev mencapai babak akhir Australian Open dalam tiga dari empat tahun terakhir. Musim 2025 menjadi kesempatan bagi Medvedev untuk finis di puncak. Meskipun tidak mengangkat trofi pada 2024, Medvedev menikmati musim yang konsisten, lolos ke ATP Finals untuk tahun keenam berturut-turut.
Baca juga: Zverev juarai Paris Masters
Baca juga: Medvedev bangkit kalahkan De Minaur dalam ATP Finals Turin
Masih di Top 10, Ruud dan Alex de Minaur menjadi petenis Top 10 yang belum pernah meraih gelar ATP Masters 1000, tetapi setelah musim 2024 di mana mereka masing-masing meraih trofi terbesar dalam karier mereka, petenis Norwegia dan Australia itu bisa menjadi bintang yang patut ditunggu.
Selain nama-nama besar tersebut selalu ada kejutan dari setiap musim. Sebagian besar turnamen ATP Masters 1000 pada 2024 didominasi oleh pemain Top 20.
Dalam tiga musim terakhir, tiga pemain di luar Top 20 telah mengangkat gelar ATP Masters 1000, termasuk Alexei Popyrin, yang pada 2024 dinobatkan sebagai juara Montreal.
Tommy Paul, Frances Tiafoe, Ben Shelton, dan Sebastian Korda (yang absen sejak US Open karena cedera siku, Alex Michelsen, Brandon Nakashima, bisa menjadi nama yang patut diperhatikan di musim mendatang.
Gelar ATP Tour pertama bagi seorang petenis adalah momen yang tak terlupakan, baik itu kemenangan petenis veteran atau pendatang baru yang baru muncul di panggung persaingan.
Musim 2025 menjadi kanvas putih bagi para petenis untuk mencatatkan diri mereka dengan tinta emas kemenangan, tinggal menunggu apakah itu nama baru atau mereka yang selalu siap beradu untuk mencatatkan sejarah baru.
Baca juga: Djokovic dan Kyrgios akan bermain ganda bersama di Brisbane
Baca juga: Federer tulis surat perpisahan menyentuh untuk Nadal
(Antara)(SupersemarNewsTeam)
