Muhammadiyah Jadi EMT Indonesia Pertama yang Diakui WHO

- Jurnalis

Selasa, 21 Oktober 2025 - 06:38 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

SUPERSEMAR NEWS – YOGYAKARTA — Muhammadiyah resmi menorehkan sejarah baru di kancah kemanusiaan internasional. Setelah melalui proses panjang sejak tahun 2017, Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah akhirnya terverifikasi oleh World Health Organization (WHO) sebagai tim medis darurat berstandar internasional pertama dari Indonesia.

Penyerahan Confirmation Letter EMT Global Classification dilakukan langsung oleh Roy Anthony Cosico, perwakilan dari EMT Secretariat, WHO Headquarters, kepada EMT Muhammadiyah pada Ahad (19/10) di Aula Masjid KH. Sudja’, PKU Muhammadiyah Gamping, Yogyakarta.

Komitmen Internasionalisasi Muhammadiyah

Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Syafiq A. Mughni, menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan bagian penting dari program prioritas Muhammadiyah periode 2022–2027, yaitu memperluas internasionalisasi gerakan Muhammadiyah dalam misi dakwah dan tajdid yang rahmatan lil-‘alamin.

“Sertifikasi ini sangat penting karena mencakup tiga aspek utama: komitmen, mindset dan motivasi, serta keterampilan teknis. Ketiganya menjadi fondasi EMT Muhammadiyah untuk terus berkembang dan berkontribusi bagi kemanusiaan,” jelas Syafiq.

Foto bersama tim EMT Muhammadiyah dan perwakilan WHO menjadi simbol keberhasilan Indonesia memiliki tim medis darurat berstandar internasional yang siap terjun dalam misi kemanusiaan global.

Melalui pengalaman lapangan dan pelatihan berstandar global, EMT Muhammadiyah diyakini siap terjun dalam misi kemanusiaan lintas negara, baik saat terjadi bencana alam, krisis kesehatan, maupun pandemi global.

Baca Juga :  Kapolres Kotim Bersama Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Desa Rawa Sari

Dukungan Internasional: RKI dan ISAR Germany

Sebelum mendapatkan pengakuan resmi, EMT Muhammadiyah telah melewati tahap pre-verification WHO pada 9–10 Juli 2025 di Yogyakarta. Proses ini melibatkan pendampingan teknis dari Robert Koch Institute (RKI) dan International Search and Rescue (ISAR) Germany.

Berdasarkan hasil evaluasi, WHO menyatakan bahwa EMT Muhammadiyah memenuhi seluruh kriteria kelayakan internasional, termasuk dalam hal sistem tanggap darurat, fasilitas medis, serta koordinasi operasional.

Harapan untuk Kiprah Kemanusiaan Global

Ketua PP Muhammadiyah lainnya, dr Agus Taufiqurrahman, mengungkapkan rasa syukur sekaligus harapan agar kiprah Muhammadiyah ke depan semakin kuat dalam peran kemanusiaan global.

“Setelah melalui perjalanan panjang, Muhammadiyah berhasil memperoleh verifikasi WHO. Ini membuktikan bahwa Muhammadiyah kini memiliki tim medis yang diakui secara internasional, pertama kali dari Indonesia,” ujar dr Agus.

Menurutnya, capaian ini juga akan membuka jalan bagi kolaborasi internasional, termasuk dengan lembaga kemanusiaan dunia seperti UNICEF, UN OCHA, dan berbagai NGO global dalam penanggulangan bencana dan krisis kesehatan.

Baca Juga :  Komjen Pol. (P) Prof. Dr. Chrysnanda Dwilaksana, Dorong Penguatan Ilmu Kepolisian Bidang Lingkungan di Universitas Riau

EMT Muhammadiyah: Dari Lokal Menuju Global

Dengan status verifikasi WHO ini, EMT Muhammadiyah resmi bergabung dalam jaringan Emergency Medical Team Global Classification System, yang beranggotakan tim medis dari berbagai negara seperti Jepang, Turki, dan Jerman.

Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen Muhammadiyah sebagai organisasi kemanusiaan profesional berbasis nilai Islam yang siap berkontribusi tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga dalam misi global kemanusiaan.

EMT Muhammadiyah selama ini telah aktif dalam berbagai misi kemanusiaan, seperti penanganan gempa di Palu, bencana banjir di Kalimantan, serta misi kemanusiaan di Turki pascagempa 2023.

Misi Dakwah dan Kemanusiaan Berkelanjutan

Melalui keberhasilan ini, Muhammadiyah menunjukkan bahwa dakwah dan kemanusiaan dapat berjalan seiring. Organisasi ini tidak hanya dikenal sebagai gerakan sosial keagamaan, tetapi juga pelopor dalam penanggulangan bencana dan kesehatan global.

“Kami akan terus memperkuat kapasitas EMT Muhammadiyah agar menjadi tim medis yang tangguh, siap siaga, dan adaptif terhadap berbagai situasi darurat di seluruh dunia,” tutur Syafiq menutup pidatonya.

Supersemar news team
Reporter:
R/Rifay Marzuki
Sumber: WHO, PP Muhammadiyah, RKI Germany

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jenderal Agus Subiyanto Pimpin Sertijab Wapang dan KSAD di Cilangkap
IPC TPK Buka Direct Call Penghubung Indonesia, Tiongkok, dan Thailand
Kapolres Jakbar Jadi Khatib Salat Jumat Keliling, Perkuat Kedekatan Polri dengan Masyarakat
Putusan MK “Identitas Etnis dan Budaya Dayak”, Gubernur dan DPRD Kalteng Dorong Peran Kelembagaan
Satresnarkoba Polres Kotim Amankan Pria Pekerja Buruh Lepas di Ketapang Diduga Budak Sabu
Program “Polisi Peduli Pengangguran” di Banjarmasin, Wujudkan Kesejahteraan Masyarakat
Coba Kabur Lewat Jendela Lantai 2, Diduga Pengedar Sabu di Kotim Diciduk Polisi
Pangdam dan Menhut Terjun: Bongkar Kendala Pemadaman Karhutla di Taman Tanjung Puting
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 06:39 WIB

Jenderal Agus Subiyanto Pimpin Sertijab Wapang dan KSAD di Cilangkap

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 06:37 WIB

IPC TPK Buka Direct Call Penghubung Indonesia, Tiongkok, dan Thailand

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Kapolres Jakbar Jadi Khatib Salat Jumat Keliling, Perkuat Kedekatan Polri dengan Masyarakat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:35 WIB

Putusan MK “Identitas Etnis dan Budaya Dayak”, Gubernur dan DPRD Kalteng Dorong Peran Kelembagaan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:34 WIB

Satresnarkoba Polres Kotim Amankan Pria Pekerja Buruh Lepas di Ketapang Diduga Budak Sabu

Berita Terbaru