Mulyaharja Ungkap Warisan Sejarah dan Budaya Tersembunyi

- Jurnalis

Sabtu, 1 November 2025 - 13:10 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Keberadaan Situs Embah Jangkung di Kampung Lembur Sawah, Kelurahan Mulyaharja, menjadi bukti nyata kekayaan sejarah dan warisan budaya yang dijaga oleh Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.

SUPERSEMAR NEWS – BOGOR – Di balik hamparan hijau sawah dan suasana pedesaan yang tenang, Kelurahan Mulyaharja di Kecamatan Bogor Selatan ternyata menyimpan jejak sejarah dan kebudayaan yang begitu kaya. Dikenal dulu sebagai Lembur Sawah atau Cibeureun, wilayah ini menjadi saksi perjalanan panjang peradaban manusia dari masa prasejarah hingga masa Islam.

Warisan budaya yang ada di Mulyaharja bukan hanya sekadar peninggalan benda, tetapi juga nilai-nilai tradisi, memori kolektif, dan praktik kehidupan masyarakat agraris yang masih hidup hingga kini. Keberadaan situs, artefak, dan tradisi lisan menjadi bukti bahwa kawasan ini memiliki kekayaan historis yang luar biasa.

Situs Arkeologi: Jejak Sejarah yang Terpendam

Berbagai situs arkeologi penting ditemukan di wilayah ini. Di antaranya Situs Jami, Embah Jangkung, Langlangbuana, Singa Manggala, Panjalu, dan Cakra Buana.
Situs-situs ini menggambarkan lapisan sejarah panjang dari masa prasejarah, klasik Hindu-Buddha, hingga masa Islam.

Baca Juga :  SILATURAHIM SUPERSEMAR LAW FIRM DAN NEWS KE BAKAMLA RI, PERKUAT KOMUNIKASI DAN SINERGI ANTARLEMBAGA

Temuan seperti struktur batu, nisan kuno, serta pola pemukiman tradisional menjadi bukti kuat bahwa Mulyaharja telah menjadi pusat kegiatan manusia selama berabad-abad. Pemerintah Kota Bogor dan para arkeolog kini terus berupaya melakukan pendataan dan pelestarian terhadap tinggalan-tinggalan tersebut agar tidak hilang ditelan zaman.

Kunjungan para pejabat dan tokoh masyarakat ke Situs Embah Jangkung di Kelurahan Mulyaharja menunjukkan komitmen nyata Pemerintah Kota Bogor dalam melestarikan warisan budaya dan situs bersejarah yang menjadi identitas daerah.

Artefak dan Budaya Lisan yang Sarat Makna

Selain situs, wilayah ini juga menyimpan artefak dan peninggalan budaya lisan yang unik.
Masyarakat Mulyaharja kerap menemukan keramik kuno dari Dinasti Yuan, Ming, dan Qing, serta pusaka seperti keris, kujang, hingga naskah kuno.

Baca Juga :  TNI–ADF Gelar NEO TTX, Simulasikan Evakuasi Warga akibat Erupsi Gunung Raung

Temuan-temuan tersebut menunjukkan bahwa wilayah ini pernah memiliki hubungan perdagangan dan budaya yang luas dengan dunia luar, termasuk Tiongkok.
Selain itu, tradisi agraris yang sarat ritual dan nilai spiritual masih terjaga melalui upacara panen, doa bersama, dan cerita rakyat yang diwariskan turun-temurun.

Kuatnya memori kolektif masyarakat Mulyaharja menjadi penanda bahwa sejarah bukan hanya tersimpan di batu dan logam, tetapi juga di dalam hati dan kebiasaan warganya.

Upaya Pelestarian: Dari Komunitas untuk Warisan Bangsa

Warga bersama komunitas budaya setempat aktif menjaga warisan leluhur ini melalui berbagai kegiatan, mulai dari pendokumentasian situs, festival budaya tahunan, hingga edukasi sejarah bagi generasi muda.
Pemerintah daerah pun diharapkan memberikan dukungan konkret dalam bentuk perlindungan hukum dan pengembangan wisata sejarah berkelanjutan.

Langkah-langkah ini tidak hanya memperkuat identitas lokal, tetapi juga membuka peluang bagi pengembangan wisata budaya Mulyaharja yang bernilai ekonomi dan edukatif bagi masyarakat Bogor dan sekitarnya.

Kesimpulan

Warisan budaya Mulyaharja adalah aset berharga yang tidak ternilai.
Melalui kolaborasi antara masyarakat, akademisi, dan pemerintah, kekayaan historis ini dapat terus dijaga agar tetap menjadi sumber inspirasi dan kebanggaan bangsa Indonesia.

SupersemarNewsTeam
SanggaBuana

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TNI–ADF Gelar NEO TTX, Simulasikan Evakuasi Warga akibat Erupsi Gunung Raung
Kapolda Metro Jaya Pimpin Rapat Konsolidasi, Perkuat Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Jakarta
Kapolda Metro Jaya Pimpin Apel Green Policing, Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat
Kodam XXIX/Mambruk Resmi Berdiri di Nabire, Perkuat Pertanahan dan Pengabdian TNI AD di Papua Tengah
Kecelakaan di Simpang Pelita-Suprapto Sampit, Yamaha Lexi Rusak Parah Usai Terseret Truk CPO
Prajurit Korps Marinir Gempur Pantai Banongan dalam Operasi Amfibi Keris Woomera 2026
Marinir Indonesia Bekali Prajurit Australia Teknik Bertahan Hidup di Hutan
Dampak Ekonomi MotoGP Mandalika 2026 Capai Rp 5,2 Triliun, Naik 4,8 Persen
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:52 WIB

TNI–ADF Gelar NEO TTX, Simulasikan Evakuasi Warga akibat Erupsi Gunung Raung

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Kapolda Metro Jaya Pimpin Rapat Konsolidasi, Perkuat Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Jakarta

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Kapolda Metro Jaya Pimpin Apel Green Policing, Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:46 WIB

Kodam XXIX/Mambruk Resmi Berdiri di Nabire, Perkuat Pertanahan dan Pengabdian TNI AD di Papua Tengah

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:45 WIB

Kecelakaan di Simpang Pelita-Suprapto Sampit, Yamaha Lexi Rusak Parah Usai Terseret Truk CPO

Berita Terbaru