OJK Ungkap Warga RI Rugi Rp6,1 Triliun Akibat Penipuan

- Jurnalis

Sabtu, 11 Oktober 2025 - 12:23 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

SUPERSEMAR NEWS – JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan total kerugian masyarakat akibat penipuan online yang dilaporkan melalui Indonesia Anti Scam Center (IASC) mencapai Rp6,1 triliun sejak peluncurannya pada November 2024 hingga September 2025.

Ribuan Rekening Dilaporkan, Puluhan Ribu Sudah Diblokir

Kepala Eksekutif Pengawasan Perilaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, menjelaskan bahwa dari total kerugian tersebut, Rp374 miliar sudah berhasil diblokir.

“Sejak beroperasi, IASC telah menjadi wadah untuk mendukung komitmen nasional dalam pemberantasan scam dan fraud,” ujar Friderica atau yang akrab disapa Kiki, dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK, Kamis (9/10/2025).

Baca Juga :  Pangdam dan Menhut Terjun: Bongkar Kendala Pemadaman Karhutla di Taman Tanjung Puting

Menurut Kiki, hingga saat ini sebanyak 443.000 rekening telah dilaporkan ke IASC. Dari jumlah itu, 87.818 rekening berhasil diblokir berkat koordinasi lintas lembaga.

Satgas PASTI dan Komdigi Perkuat Koordinasi

Lebih lanjut, Kiki menegaskan bahwa Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) terus memantau laporan masyarakat yang masuk ke IASC. Dari November 2024 hingga September 2025, sebanyak 22.993 nomor telepon teridentifikasi terlibat dalam aktivitas penipuan.

Untuk memperkuat perlindungan konsumen, OJK bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dalam pemblokiran nomor dan rekening terkait tindak kejahatan digital.

Baca Juga :  Kapolres Kotim Bersama Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Desa Rawa Sari

“Koordinasi ini sudah berjalan sejak peluncuran IASC dan akan terus kami tingkatkan untuk memutus rantai penipuan keuangan digital di Indonesia,” jelasnya.

Edukasi dan Pencegahan Penipuan Digital

Sebagai langkah pencegahan, OJK juga gencar melakukan edukasi keuangan digital agar masyarakat lebih waspada terhadap modus penipuan yang semakin beragam. Masyarakat diimbau untuk selalu memeriksa legalitas entitas keuangan melalui Situs Resmi OJK.

Selain itu, OJK mengingatkan agar masyarakat tidak mudah tergiur investasi dengan imbal hasil tinggi tanpa izin resmi, sebagaimana diatur dalam peraturan Satgas PASTI yang menangani aktivitas keuangan ilegal.

SupersemarNewsTeam
SanggaBuana

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jenderal Agus Subiyanto Pimpin Sertijab Wapang dan KSAD di Cilangkap
IPC TPK Buka Direct Call Penghubung Indonesia, Tiongkok, dan Thailand
Kapolres Jakbar Jadi Khatib Salat Jumat Keliling, Perkuat Kedekatan Polri dengan Masyarakat
Putusan MK “Identitas Etnis dan Budaya Dayak”, Gubernur dan DPRD Kalteng Dorong Peran Kelembagaan
Satresnarkoba Polres Kotim Amankan Pria Pekerja Buruh Lepas di Ketapang Diduga Budak Sabu
Program “Polisi Peduli Pengangguran” di Banjarmasin, Wujudkan Kesejahteraan Masyarakat
Coba Kabur Lewat Jendela Lantai 2, Diduga Pengedar Sabu di Kotim Diciduk Polisi
Pangdam dan Menhut Terjun: Bongkar Kendala Pemadaman Karhutla di Taman Tanjung Puting
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 06:39 WIB

Jenderal Agus Subiyanto Pimpin Sertijab Wapang dan KSAD di Cilangkap

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 06:37 WIB

IPC TPK Buka Direct Call Penghubung Indonesia, Tiongkok, dan Thailand

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Kapolres Jakbar Jadi Khatib Salat Jumat Keliling, Perkuat Kedekatan Polri dengan Masyarakat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:35 WIB

Putusan MK “Identitas Etnis dan Budaya Dayak”, Gubernur dan DPRD Kalteng Dorong Peran Kelembagaan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:34 WIB

Satresnarkoba Polres Kotim Amankan Pria Pekerja Buruh Lepas di Ketapang Diduga Budak Sabu

Berita Terbaru