
Motor antik bukan hanya soal gaya, tapi warisan penuh cerita. Dari garasi ke jalanan, setiap putaran rodanya menyimpan kenangan,” ujar Oka Sugawa sambil duduk di samping koleksi Honda lawasnya, yang juga ia gunakan untuk aktivitas harian
SUPERSEMAR NEWS – Jakarta, 17 Juli 2025 – Oka Sugawa, aktor yang melejit lewat peran ikonik sebagai Lupus, kini tampil dengan wajah baru: seorang pekerja dibidang kuliner, kolektor motor antik, sekaligus aktivis lingkungan. Dalam wawancara eksklusif saat perayaan ulang tahun istrinya, Angky Angelina, di Jogja Billiard Jakarta, Oka membuka sisi lain kehidupannya yang jarang diketahui publik.
Menjajal Dunia kuliner: Belajar dari Nol di Hot In Resto Gandul, Cinere Depok
Di tengah intensitas syuting yang tak lagi sepadat dulu, Oka memilih terjun ke dunia kuliner. Ia kini bekerja di sebuah resto di Gandul, Cinere, Depok, di bawah bimbingan Pak Joko, mantan karyawan Hotel Indonesia. Meski tak punya latar belakang di bidang ini, Oka belajar mengelola operasional harian: dari belanja bahan, meracik menu, hingga melayani pelanggan.
“Kalau bukan kita yang mencoba hal baru, siapa lagi? Saya anggap ini sebagai proses belajar,” ungkap Oka dengan semangat kepada Supersemar News (17/07/2025)

Motor antik bukan sekadar koleksi, tapi bagian dari gaya hidup dan solusi sehari-hari. Dari Triumph klasik hingga Honda beban berat, semua punya fungsi dan cerita,” ujar Oka Sugawa sambil tersenyum di tengah garasi penuh motor legendaris.
Motor Antik: Hobi, Warisan, dan Investasi
Tak hanya di dunia kuliner, Oka juga menekuni hobi yang kini menjadi aset bernilai: motor antik. Koleksinya mencakup dua Harley Davidson keluaran 1955 dan 1957, Vespa klasik, dan enam Honda lawas. Ketertarikannya bermula dari kenangan sang ayah yang dulu memiliki motor tua.
“Motor antik itu punya jiwa dan cerita,” jelasnya. Beberapa koleksinya bahkan disewakan untuk kebutuhan syuting film dan sinetron. Ia juga rutin merawat motor-motor tersebut, meski harus berjibaku mencari sparepart yang makin langka.
Tetap Eksis di Dunia Hiburan
Meski aktif di luar layar, Oka belum benar-benar meninggalkan dunia hiburan. Ia masih menerima tawaran syuting dan kini merambah dunia Master of Ceremony (MC). “Saya tetap asah kemampuan, terutama public speaking dan akting, supaya tetap relevan,” ujarnya.
Duta Sampah: Dari Lokasi Syuting ke Lingkungan Sekitar
Sejak 2020, Oka Sugawa dipercaya sebagai Duta Sampah. Peran ini dimulainya setelah diajak Ketua RT 09 Kelurahan Cilandak Timur, Pak Jayadi, untuk ikut kegiatan bersih-bersih. Sebagai publik figur, Oka merasa bertanggung jawab memberikan contoh nyata.
Di lokasi syuting, ia aktif memilah botol plastik, kertas skenario, dan kaleng aluminium. “Kaleng Fanta dan Coca-Cola itu bisa dijual Rp100 per kaleng. Hasilnya kecil, tapi dampaknya besar kalau dilakukan bersama-sama,” tegasnya.
Daur Ulang, Edukasi, dan Inisiatif Ekonomi Sirkular
Tak hanya sebatas memilah sampah, Oka terlibat dalam edukasi warga mengenai daur ulang. Bersama komunitas RT 09, ia mempelajari pengolahan plastik menjadi kursi dan paving block seperti di Tegal. Ia juga mengampanyekan cara aman membuang sampah berbahaya seperti pecahan kaca, demi keselamatan petugas kebersihan.
“Kalau kita rajin pilah sampah, potensi banjir di Jakarta bisa dikurangi. Sampah yang menyumbat saluran air itu bahaya,” tuturnya.
Kesimpulan: Sosok Serbabisa yang Menginspirasi
Kisah Oka Sugawa membuktikan bahwa belajar dan beradaptasi adalah kunci keberhasilan di berbagai bidang. Dari layar kaca ke dapur kafe, dari lintasan motor antik ke panggung edukasi lingkungan, Oka menjalani semuanya dengan semangat belajar dan kepedulian sosial.
“Saya ingin hidup saya bermanfaat, bukan hanya di layar, tapi juga di lingkungan sekitar,” pungkasnya.
Supersemar News Team
Reporter: R/Rifay Marzuki
SanggaBuana
