
Bupati Bogor Rudy Susmanto menyerahkan Piagam Penghargaan Kejuaraan Pencak Silat Aliran Cimande 2025 sebagai bentuk dukungan Pemkab Bogor terhadap pelestarian budaya dan desa adat.
SUPERSEMAR NEWS – Bogor – Pemkab Bogor memastikan rencana pemisahan dinas Kebudayaan dan Pariwisata mulai 2026. Langkah strategis ini diambil agar pelestarian budaya serta pengembangan sektor wisata bisa berjalan lebih fokus.
Pemkab Bogor Fokus Pelestarian Desa Adat
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan kebijakan ini diumumkan saat Festival Pencak Silat Cimande Piala Bergilir Bupati 2025. Ia menyebut pemisahan dinas bukan sekadar administratif, melainkan wujud keseriusan menjaga tradisi leluhur.
“Insyaallah, pada 2026 Dinas Kebudayaan dan Dinas Pariwisata akan berdiri sendiri agar keduanya lebih fokus,” kata Rudy, Sabtu 6 September 2025.
Menurut Rudy, dua desa adat menjadi prioritas Pemkab Bogor. Pertama, Kampung Urug di wilayah barat yang rumah adatnya kian jarang. Kedua, Kampung Cimande yang sudah dikenal luas sebagai pusat warisan budaya pencak silat.
Desa Adat Jadi Identitas Kabupaten Bogor
Bupati menekankan, pemisahan dinas bertujuan memperkuat identitas daerah. “Negara maupun wilayah yang maju tidak pernah meninggalkan adat istiadatnya. Pencak silat adalah tradisi mendunia yang lahir dari Kabupaten Bogor,” tegasnya.
Dengan adanya pemisahan dinas, pelestarian budaya tidak hanya jadi formalitas. Desa adat seperti Kampung Cimande dan Kampung Urug akan mendapatkan perhatian lebih, baik dalam sisi pembangunan maupun perlindungan tradisi.
Pemkab Bogor Dorong Sinergi Budaya dan Pariwisata
Langkah ini juga mendukung program pembangunan yang lebih luas. Kabupaten Bogor diharapkan mampu menjadi daerah modern tanpa melupakan akar budaya.
Kebijakan tersebut sejalan dengan tren daerah lain di Indonesia. Misalnya, Misteri Laut Bali: Gerbang ke Dunia Lain? yang menekankan kekuatan budaya lokal sebagai daya tarik wisata, serta 8 Startup RI Masuk Forbes Asia 100 to Watch 2025 yang memperlihatkan bagaimana inovasi digital bisa mendukung sektor pariwisata.
“Ini wujud Pemkab Bogor membangun wilayah tanpa meninggalkan tradisi. Desa adat harus tetap dijaga sebagai identitas bangsa,” tutup Rudy.
SupersemarNewsTeam
